Menkominfo: Komunikasi Bergantung Konten dan Infrastruktur

25-01-2017

Menkominfo: Komunikasi Bergantung Konten dan Infrastruktur

Kendari, Kominfo- Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai di Indonesia masalah komunikasi akan selalu berkait dengan dua hal yaitu konten dan infrastruktur. "Saat bicara komunikasi ada dua hal yang terkait yaitu konten dan infrastruktur. Tanpa infrastruktur, komunikasi tidak bisa disampaikan. Sedangkan tanpa konten berupa pesan maka komunikasi menjadi hampa," ungkapnya dalam Seminar Nasional dan Call for Paper "Komunikasi untuk Merajut Ke-Indonesiaan" di Swiss Bell Hotel Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (25/01/2017).

Menkominfo mengajak masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial terutama dalam berbagi konten. "Saat ini ada distrust dari masyarakat akan koran dan media mainstream. Jadi masyarakat mencari informasi di tempat lain yang diyakini benar seperti media sosial," terangnya.

Mengenai konten yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam bentuk hoax, Menteri Rudiantara kembali menegaskan perlunya keterlibatan komunitas. "Terkait berita hoax, perlu ditangani secara komunitas, karena pemblokiran bukan hal akhir. Saya mendorong komunitas untuk membuat kode etika bermedia sosial. Bagi masyarakat sendiri bisa cek berita itu hoax atau tidak mll www.beritahoax.id," ungkap Rudiantara.

Rudiantara menjelaskan, saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-4 dari sisi infrastruktur telekomunikasi. "Misi kita pada 2019 kita bisa menjadi nomor 2 setelah Singapura. Oleh karena itu, kesenjangan akses infrastruktur telekomunikasi harus diatasi. Melalui Palapa Ring semua Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia akan memiliki akses broadband," jelasnya.

Untuk wilayah Kendari sendiri serta delapan daerah kabupaten di sekitanya juga akan dibangun akses internet melalui kabel laut. "Saya minta bantuan para bupati mempermudah urusan perizinan, karena pada kabel laut akan ada landing stage. Selain itu saya minta kepada konsorsium untuk menggunakan kontrakor lokal untuk pembangunannya," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam menambahkan bahwa komunikasi adalah kunci kehidupan dan harus menyerap ideologi bangsa. "Penggunaan media sosial bisa menjadi ancaman. Negara harus hadir untuk menjaga ke-Indonesiaan kita. Kita harus meluruskan komunikasi kita agar Indonesia tetap berdiri tegak." tambahnya. (VE)

--- Sumber berita dan foto : www.kominfo.go.id --

Press Release

65/HM/KOMINFO/02/2018
05-03-2018

Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Me…

SIARAN PERS NO. 51/HM/KOMINFO/02/2018
18-02-2018

Kecepatan Sertifikasi Smartphone Dorong Kecepatan Produk Baru Hadiri Masyar…

Siaran Pers No. 05/HM/KOMINFO/01/2018
10-01-2018

Pelantikan Promosi dan Mutasi Jabatan di Lingkungan Direktorat Jenderal Sum…

Around SDPPI

Pendakwah Belum Maksimal Manfaatkan Media Digital
22-05-2018

Bandung (SDPPI) - Dalam era digital sekarang ini, internet memiliki jangkauan jarak dan...

Dirjen SDPPI Ajak Jajarannya Buat Perubahan Perlahan Tapi Permanen
21-05-2018

Bandung (SDPPI) - Memaknai Hari Kebangkitan Nasional ke-110 pada 20 Mei 2018, Direktur...

Harkitnas Momentum Bangsa Indonesia Tingkatkan Kapasitas Diri
21-05-2018

Bandung (SDPPI) - Dalam menghadapi berbagai tantangan kedepan, bangsa Indonesia harus...

Media Spotlight

Logo Kemkominfo

Beranda | Kominfo Portal | Email | Contact Us | Sitemap | Bahasa

© 2018 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika