Jabatan Kepala 15 UPT Ditjen SDPPI Diserahterimakan Hari Ini

01-03-2017

mutasi, promosi, dan rotas

Jakarta (SDPPI) - Sebanyak 15 kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kemkominfo, yang mendapatkan mutasi, promosi, dan rotasi jabatan, pada Rabu (1/3) di Jakarta mengikuti serah terima jabatan disaksikan Direktur Jenderal SDPPI, Ismail.

Serah terima jabatan dilangsungkan setelah sebelumnya mereka mengikuti pelantikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara pada 31 Januari 2016 lalu. Setidaknya ada 15 UPT, baik Balai Monitor (Balmon) maupun Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio, yang mengalami pergantian pemimpin.

UPT-UPT yang mengalami pergantian kepala kantor tersebut antara lain Balmon Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Aceh, Batam, Surabaya, Makassar, Denpasar, Manado, Kupang dan Jayapura. Sementara untuk UPT Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Loka Spekfrekrad) meliputi Loka Bengkulu, Mataram, Mamuju, Kendari, Gorontalo, Balikpapan, dan Tahuna.

Disinggung mengenai lamanya selang waktu antara pelantikan dan serah terima jabatan UPT tersebut, Dirjen SDPPI Ismail mengatakan bahwa proses itu tertunda karena menunggu penetapan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) oleh Menkominfo.

KPA disahkan pada 22 Pebruai 2017 melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 561 Tahun 2017 tentang Penggantian Pejabat Perbendaharaan di Lingkungan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Penetapan KPA penting karena terkait dengan penggunaan keuangan negara, jelas Ismail.

Ismail menekankan bahwa pergantian pejabat yang menjadi bagian dari proses mutasi, promosi, dan rotasi merupakan hal lazim dan normal terjadi dalam suatu organisasi, dan tujuannya adalah untuk meningkatkan produktivitas atau kinerja.

Ismail berpesan bahwa Balmon dan Loka Monitor Spekfrekrad, selaku ujung tombak Ditjen SDPPI yang diberi tugas melaksanakan pengawasan dan pengendalian dibidang penggunaan spektrum frekuensi radio, kedepan didorong lebih ke arah pencegahan sehingga jumlah pelanggar spektrum frekuensi radio jauh berkurang.

Meskipun menekankan pada tindakan pencegahan namun bukan berarti penertiban tidak dilakukan. “Tapi kalau terdapat adanya pelanggaran ya tetap harus tertibkan dan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tutup Ismail.

(Sumber/Foto : gats/rst/cjp)

Sisipan:

Press Release

SIARAN PERS NO.157/HM/KOMINFO/09/2017
13-09-2017

Pelantikan Pejabat Eselon II di Kementerian Kominfo

SIARAN PERS NO. 145/HM/KOMINFO/08/2017
30-08-2017

Kesinambungan Layanan Telekomunikasi yang Memanfaatkan Satelit Telkom-1

SIARAN PERS NO. 123/HM/KOMINFO/08/2017
15-08-2017

Sambut HUT RI Ke-72, Menkominfo Luncurkan Sistem Ticketing Aduan Konten

Around SDPPI

Ditjen SDPPI Terus Tingkatkan Layanan Perizinan
19-09-2017

Palembang (SDPPI) - Direktur Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI Dwi Handoko mengatakan bahwa...

Ismail: Bandung Tanpa Kabel Milestone Menuju Broadband Country
19-09-2017

Bandung (SDPPI) - Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen...

Workshop Pemeliharaan ditujukan penciptaan Tenaga Handal di Bidang Pemeliharaan SMFR
19-09-2017

Banjarmasin (SDPPI) - Direktorat Pengengendalian Spektrum Frekuansi Radio kembali menggelar...

Media Spotlight

Logo Kemkominfo

Beranda | Kominfo Portal | Email | Contact Us | Sitemap | Bahasa

© 2017 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika