Dirjen SDPPI Tinjau Posko Pengamanan Frekuensi di Bandara Lombok

02-07-2017

Dirjen SDPPI, ismail (tengah) meninjau Posko Pengamanan Frekuensi di Bandara Lombok (1/7). Posko Pengamanan Frekuensi Radio di Lombok International Airport (LIA), Nusa Tenggara Barat, yang didirikan guna menjamin kelancaran komunikasi radio penerbangan pada musim mudik Idul Fitri 1438 Hijriah

Lombok (SDPPI) - Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Ismail pada Rabu (28/6) meninjau langsung Posko Pengamanan Frekuensi Radio di Lombok International Airport (LIA), Nusa Tenggara Barat, yang didirikan guna menjamin kelancaran komunikasi radio penerbangan pada musim mudik Idul Fitri 1438 Hijriah.

Dalam kunjungannya itu, Ismail memberikan arahan dan pesan-pesan kepada seluruh jajaran Balai Monitoring dan Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio. Ia meminta jajarannya untuk menjalankan tugas dengan baik dan bertanggung-jawab serta berkoordinasi dengan otoritas bandara, Airnav, dan pihak-pihak lain yang terlibat.

Ismail mengingatkan kembali agar seluruh petugas posko bersama itu selalu mengutamakan keselamatan dan terciptanya keselarasan dalam menjalankan tugas.

Untuk mengamankan penggunaan spektrum frekuensi radio selama musim mudik dan balik Lebaran, Ditjen SDPPI Kementerian Kominfo bersama PT Angkasa Pura, Airnav Indonesia, TNI, Polri, dan Kementerian Kesehatan mendirikan posko terpadu di lokasi-lokasi krusial lalu lintas pemudik, seperti bandara, pelabuhan, serta jalur darat trans Sumatera dan Jawa.

Posko terpadu yang dioperasikan mulai dari H-2 hingga H+7 Lebaran 2017 ini dimaksudkan untuk mencegah terjadinya gangguan penggunaan spektrum frekuensi radio khususnya yang berhubungan dengan komunikasi penerbangan selama musim mudik dan balik.

Ditjen SDPPI melalui Nota Dinas Direktur Pengendalian Nomor 590/DJSDPPI.4/SP.03.03/00/06/2017 tanggal 15 Juni 2017 memerintahkan jajaran UPT Balai Monitroing dan Loka Monitoring Frekuensi Radio di beberapa Provinsi untuk melaksanakan pengamanan penggunaan frekuensi radio yang dipergunakan untuk penerbangan.

Di bandara Lombok, posko terpadu yang dimotori Balai Monitoring Frekuensi Radio Mataram juga melibatkan otoritas bandara, Airnav Distrik Lombok, Kepolisian Resort Bandara, Dinas Perhubungan Provinsi NTB, kemudian TNI Angkatan Udara dan Angkatan Darat.

Frekuensi-frekuensi radio yang menjadi prioritas pengamanan karena berkaitan dengan komunikasi penerbangan, antara lain 118.550 Mhz, lalu 119.700 Mhz yang digunakan untuk komunikasi pilot dan Air Traffic Control (ATC) Bandara Ngurah Rai Bali.

Selanjutnya frekuensi 126.700 Mhz yang digunakan ATIS, 131.500 Mhz sinyal tanpa modulasi, 116.000 Mhz Morse Code LMB, 128.300 Mhz untuk komunikasi antarbandara, serta 109.898 Morse Code ILMB.

Sumber/Foto : Yosep, Dit. Pengendalian

Press Release

SIARAN PERS NO.157/HM/KOMINFO/09/2017
13-09-2017

Pelantikan Pejabat Eselon II di Kementerian Kominfo

SIARAN PERS NO. 145/HM/KOMINFO/08/2017
30-08-2017

Kesinambungan Layanan Telekomunikasi yang Memanfaatkan Satelit Telkom-1

SIARAN PERS NO. 123/HM/KOMINFO/08/2017
15-08-2017

Sambut HUT RI Ke-72, Menkominfo Luncurkan Sistem Ticketing Aduan Konten

Around SDPPI

Ditjen SDPPI Terus Tingkatkan Layanan Perizinan
19-09-2017

Palembang (SDPPI) - Direktur Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI Dwi Handoko mengatakan bahwa...

Ismail: Bandung Tanpa Kabel Milestone Menuju Broadband Country
19-09-2017

Bandung (SDPPI) - Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen...

Workshop Pemeliharaan ditujukan penciptaan Tenaga Handal di Bidang Pemeliharaan SMFR
19-09-2017

Banjarmasin (SDPPI) - Direktorat Pengengendalian Spektrum Frekuansi Radio kembali menggelar...

Media Spotlight

Logo Kemkominfo

Beranda | Kominfo Portal | Email | Contact Us | Sitemap | Bahasa

© 2017 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika