Hingga H+3 Lebaran, Potensi Gangguan Komunikasi Bisa Diatasi

28-06-2017

Tim monitoring dan Penertiban Ditjen SDPPI melakukan pengamanan gangguan frekuensi Idul Fitri 1438H

Jakarta (SDPPI) - Hingga H+3 Idul Fitri 1438 Hijriah atau Rabu (28/6), Posko Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Ditjen SDPPI melaporkan bahwa seluruh potensi gangguan komunikasi di jalur-jalur krusial arus mudik, termasuk bandara dan pelabuhan, masih bisa diatasi dengan baik.

Penyimpangan parameter teknis stasiun radio siaran yang berpotensi mengganggu dapat diatasi melalui koordinasi intens dengan penyelenggaranya, dan berdasarkan laporan yang sudah masuk dari 24 Unit Pelaksana Teknis (UPT) belum ada kejadian mendesak yang harus melibatkan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS).

Disisi lain, anggota komunitas radio komunikasi seperti Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) dan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) juga berpartisipasi aktif dalam posko monitoring gabungan ini.

Selain, melaporkan kondisi setempat secara berjenjang, mereka juga memandu sesama komunitas yang membutuhkan pertolongan.

Posko Monitoring jalur komunikasi yang memastikan kelancaran komunikasi guna mengatur kelancaran arus mudik Lebaran 2017, dilepas oleh Dirjen SDPPI Ismail pada 19 Juni lalu dari halaman kantor Ditjen SDPPI di Jalan Medan Merdeka Barat 17 Jakarta.

Bersamaan dengan itu dilepas juga drive-test kuat sinyal layanan seluler yang dimulai dari Merak hingga Cirebon dan kembali melalui jalur selatan. Dari hasil drive-test ini pemerintah bisa memberi masukan bagi operator telekomunikasi untuk memperbaiki coverage layanananya.

Paralel dengan kegiatan di kantor pusat, UPT di daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengamankan jalur komunikasi pada simpul-simpul kepadatan arus mudik.

Peningkatan frekuensi penerbangan di beberapa bandara juga membutuhkan jaminan akurasi komunikasi petugas ATC (Air Traffic Control) dalam mengatur pergerakan pesawat.

Merujuk pada permintaan dukungan monitoring dari AirNav Indonesia, setidaknya ada 15 bandara yang diprediksi mengalami peningkatan akvititas signifikan.

UPT melakukan scanning terhadap kanal-kanal frekuensi yang digunakan dan memverifikasi penggunanya. Apabila ditemukan ketidaksesuaian segera ditindak di lapangan oleh PPNS.

Khusus untuk Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan sekitarnya telah dilakukan penertiban pada awal Juni 2017, dimana tim monitoring dan penertiban gabungan UPT Tangerang, Banten telah mengamankan barang bukti di 10 tempat kejadian perkara (TKP).

(sumber: tim monitoring dan penertiban Dit Pengendalian SDPPI)

Siaran Pers

SIARAN PERS NO. 55/HM/KOMINFO/05/2017
13-05-2017

Himbauan Agar Segera Melakukan Tindakan Pencegahan Terhadap Ancaman Malware…

SIARAN PERS NO. 42/HM/KOMINFO/04/2017
07-04-2017

Rudiantara Sedang Memimpin Delegasi Indonesia dalam G20 Digital Ministers M…

SIARAN PERS NO. 38/HM/KOMINFO/04/2017
04-04-2017

Menkominfo Serukan Isu Pemerataan Dicantumkan pada Deklarasi G20 Digital Mi…

Seputar SDPPI

Ditjen SDPPI Minta Antaroperator e-money Segera Interkoneksi
25-07-2017

Bekasi (SDPPI) - Kasubdit Standar Pos dan Telekomunikasi Non Radio, Indra Utama, mewakili...

UPT Semarang Edukasi Pengguna Soal Pemanfaatan e-Licensing
25-07-2017

Semarang (SDPPI) - Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Semarang, sebuah Unit...

Sosialisasi Standar Perangkat Telekomunikasi di Malang Sasar Kaum Muda
24-07-2017

Malang (SDPPI) - Guna menanamkan sejak dini kesadaran penggunaan alat/perangkat...

Sorotan Media

Logo Kemkominfo

Beranda | Portal Kominfo | Surel | Hubungi Kami | Peta Situs | Switch to English

© 2017 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika