Maskapai Penerbangan Ikuti Asistensi Teknis e-Licensing ISR di Jakarta

08-08-2017

Direktur Operasi Sumber Daya Rachmat Widayana membuka kegiatan asistensi e-licensing dinas penerbangan

Jakarta (SDPPI) - Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika pada Selasa (8/8) di Jakarta memberikan asistensi teknis mengenai penggunaan sistem perizinan online (e-Licensing) Izin Stasiun Radio (ISR) kepada para pengguna frekuensi radio penerbangan, khususnya maskapai.

Asistensi teknis itu diselenggarakan dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pelayanan ISR melalui e-Licensing kepada masyarakat sehingga mereka bisa dengan mudah menggunakan sistem itu ketika pengajukan ISR bidang penerbangan.

Acara yang diikuti maskapai penerbangan di seluruh Indonesia itu dibuka oleh Direktur Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI Rachmat Widayana, dengan narasumber Kepala Subdirektorat Pelayanan Spektrum Non Dinas Tetap dan Bergerak Darat, Gunadi, serta Kepala Subdirektorat Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen Spektrum Nurhaedah.

Ibarat pepatah “tak kenal maka tak sayang”, maka dengan mengikuti asistensi teknis ini peserta akan benar-benar merasakan manfaat dari pertemuan hari ini, kata Rachmat Widayana dalam sambutan pembukaan acara.

Perlu disadari bahwa spektrum frekuensi radio merupakan sumber daya alam terbatas, oleh karena itu pemanfaatannya harus sesuai dengan peruntukannya agar tidak menimbulkan gangguan yang merugikan satu sama lain.

Penggunaan frekuensi radio harus diatur secara efisien dan efektif sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi, agar seluruh kebutuhan spektrum frekuensi radio dalam layanan telekomunikasi bisa terpenuhi dengan baik dan dimanfaatkan optimal.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam memberikan pelayanan publik, khususnya perizinan spektrum frekuensi radio, pada hakekatnya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat.

e-Licensing dimaksudkan agar masyarakat bisa memperoleh izin penggunaan spektrum frekuensi radio dengan cepat dan transparan sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan publik.

Dan dengan e-Licensing, masyarakat bisa mengajukan permohonan izin frekuensi radio kapan saja dan dari mana saja sehingga pemohon tidak perlu repot-repot harus datang ke Gedung Menara Merdeka Jakarta (kantor pusat Ditjen SDPPI), dengan demikian akan lebih efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga, jelas Rachmat Widayana.

Pemegang ISR juga sewaktu-waktu dapat melakukan perubahan data dan administrasi dan tentunya dalam mengurusnya tidak bisa diwakilkan kepada siapa pun. Sampai saat ini penerbitan ISR Penerbangan tidak dikenakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) radio. ISR berlaku selama 5 tahun serta dapat diperpanjang kembali satu kali.

(Sumber/foto: Anne/Rastana)

Siaran Pers

Siaran Pers No. 218/HM/KOMINFO/11/2017
07-11-2017

Siaran Pers No. 218/HM/KOMINFO/11/2017 Tanggal 7 November 2017 Tentang K…

Siaran Pers No. 217/HM/KOMINFO/11/2017
07-11-2017

Konsultasi Publik mengenai RPM Ketentuan Operasional dan Tata Cara Perizina…

Siaran Pers No. 182/HM/KOMINFO/09/2017
02-10-2017

Pembukaan Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2.1 Ghz dan Pita Frekuensi …

Seputar SDPPI

Tekan Gangguan Frekuensi Penerbangan, UPT Merauke Tertibkan Radio Nelayan
17-11-2017

Merauke (SDPPI) - Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Merauke, yang merupakan...

SDPPI Sapa Warga Yogyakarta Melalui Pameran di Malioboro
16-11-2017

Yogyakarta (SDPPI) - Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika hadir...

BBPPT Resmi Implementasikan Pembayaran Host to Host
14-11-2017

Bekasi (SDPPI) - Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi (BBPPT) telah...

Sorotan Media

Logo Kemkominfo

Beranda | Portal Kominfo | Surel | Hubungi Kami | Peta Situs | Switch to English

© 2017 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika