Kementerian Kominfo Resmi Hentikan Penggunaan Frekuensi 1900 MHz Smart Telecom

14-12-2016

Dirjen SDPPI Ismail, didampingi Ka. UPT Monitor SFR Surabaya, Ka. UPT Jakarta, dan Dirut PT. Smart Telecom dalam Switch Off Pita Frekuensi 1900 MHz

Serpong (SDPPI) - Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Direktorat Pengendalian Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika, Ditjen SDPPI, pada Rabu (14/12) resmi menghentikan (switch off) penggunaan spektrum frekuensi radio 1900 MHz oleh PT Smart Telecom.

Berita acara switch off pita frekuensi 1900 MHz itu ditandatangani Direktur Utama Smart Telecom Merza Fachys dan 18 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monitoring Spektrum Frekuensi Radio, yang memastikan hasil pengukuran di 18 provinsi, serta disaksikan oleh Direktur Jenderal SDPPI Ismail dan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) di kantor Smart Telecom, Serpong, Tangerang, Banten.

Hadir juga dalam penandatanganan berita acara itu Sekretaris Ditjen SDPPI Sadjan, Direktur Pengendalian SDPPI Dwi Handoko, Direktur Operasi Sumber Daya Rachmat Widayana, dan beberapa pejabat di lingkungan Ditjen SDPPI.

Dirjen SDPPI Ismail dalam sambutannya mengatakan bahwa switch off penggunaan pita 1900 MHz ini merupakan bagian dari penataan Pita Frekuensi Seluler Nasional secara keseluruhan dengan tujuan agar lebih efisien dan optimal dalam penggunaannya.

“Dengan switch off penggunaan 1900 MHz oleh PT Smart Telecom, Kementerian Kominfo dapat melakukan penataan kembali penggunaan blok 11 dan 12 pada pita 2100 MHz yang selama ini terganggu dengan penggunaan pita 1900 MHz berteknologi CDMA,”

Ismail menyampaikan apresiasi kepada Smart Telecom yang sudah menjalankan switch off sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ditjen SDPPI melalui Direktorat Pengendalian SDPPI beserta UPT di bawahnya tetap terus melakukan pengawasan dan pengendalian pita frekuensi 1900 MHz secara terus menerus untuk memastikan tidak adanya potensi gangguan yang merugikan pada pita frekuensi 2,1 GHz.

Ditegaskan Ismail bahwa Indonesia merupakan mobile country, dimana lebih dari 90 persen akses telekomunikasi masyarakat mengandalkan spektrum frekuensi radio. Mobile awareness tidak mungkin berjalan dengan baik tanpa spektrum frekuensi sehingga Ditjen SDPPI berkewajiban untuk mengatasi krisis dan menata spektrum di Indonesia.

Sementara Direktur Utama Smart Telecom, Merza Fachys, menegaskan komitmennya mendukung penataan frekuensi yang dilakukan oleh Kemenkominfo untuk kepentingan nasional, disamping juga untuk kepentingan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan dengan beralih dari teknologi CDMA ke 4G.

Switch off ini sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Kominfo Nomor 22 Tahun 2014 tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz untuk Keperluan Penyelenggaraan Telekomunikasi Bergerak Seluler dan Realokasi Penggunaan Pita Frekuensi Radio 1,9 GHz yang menerapkan Personal Commmunication System 1900 ke Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz.

Dengan demikian, switch off pita frekuensi 1900 MHz PT. Smart Telecom telah berakhir secara nasional per 14 Desember 2016 dan berpindah ke spektrum frekuensi pengganti yang dialokasikan pita frekuensi 2.3GHz.

Langkah-langkah switch off yang telah selesai dilaksanakan meliputi:

  1. Bahwa pelaksanaan relokasi pita frekuensi 1900 MHz dimulai pada bulan November 2016, pelaksanaan relokasi pada bulan tersebut dilaksanakan oleh PT Smart Telecom dengan memperhatikan keberadaan pelanggan.
  2. Relokasi pita frekuensi 1900 MHz dilaksanakan dengan cara mengurangi jumlah carrier secara bertahap di seluruh daerah hingga menyisakan 1 (satu) carrier pada tanggal 6 Desember 2016.
  3. Switch off secara nasional dijadwalkan pada tanggal 14 Desember 2016 dengan mengurangi secara keseluruhan jumlah carrier pada pita frekuensi PT Smart Telecom.

Acara selanjutnya ditutup dengan penyerahan berita acara switch off dan diikuti penyerahan plakat sebagai simbol resminya penghentian penggunaan frekuensi 1900 MHz oleh PT Smart Telecom.

(Sumber/foto: Siaran Pers Dit. Pengendalian SDPPI, Mukhsinun/Rastana, Setditjen SDPPI)

Siaran Pers

SIARAN PERS NO. 55/HM/KOMINFO/05/2017
13-05-2017

Himbauan Agar Segera Melakukan Tindakan Pencegahan Terhadap Ancaman Malware…

SIARAN PERS NO. 42/HM/KOMINFO/04/2017
07-04-2017

Rudiantara Sedang Memimpin Delegasi Indonesia dalam G20 Digital Ministers M…

SIARAN PERS NO. 38/HM/KOMINFO/04/2017
04-04-2017

Menkominfo Serukan Isu Pemerataan Dicantumkan pada Deklarasi G20 Digital Mi…

Seputar SDPPI

Ditjen SDPPI Minta Antaroperator e-money Segera Interkoneksi
25-07-2017

Bekasi (SDPPI) - Kasubdit Standar Pos dan Telekomunikasi Non Radio, Indra Utama, mewakili...

UPT Semarang Edukasi Pengguna Soal Pemanfaatan e-Licensing
25-07-2017

Semarang (SDPPI) - Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Semarang, sebuah Unit...

Sosialisasi Standar Perangkat Telekomunikasi di Malang Sasar Kaum Muda
24-07-2017

Malang (SDPPI) - Guna menanamkan sejak dini kesadaran penggunaan alat/perangkat...

Sorotan Media

Logo Kemkominfo

Beranda | Portal Kominfo | Surel | Hubungi Kami | Peta Situs | Switch to English

© 2017 Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika