TENTANG POSTEL>>REGULASI>>PERIZINAN>> INFORMASI TERKINI>>EMAILKONTAKPENCARIANBUKU TAMU>>LINK>>ENGLISH VERSION
Untitled DocumentSiaran Pers No. 11/DJPT.1/KOMINFO/2/2008 Keterangan Pemerintah Tentang Implementasi Hasil Perhitungan Interkoneksi Berbasis Biaya Menteri Kominfo Mohammad Nuh pada hari Senin pagi tanggal 4 Pebruari 2008 telah mengadakan jumpa pers di Kantor Departemen Kominfo dengan topik implementasi hasil perhitungan interkoneksi berbasis biaya. Beberapa saat sebelum berlangsungnya jumpa pers, Menteri Kominfo telah mengadakan pertemuan terbuka dengan para direksi penyelenggara telekomunikasi dengan tujuan selain untuk memungkinkan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar selaku Ketua BRTI dan seluruh direksi penyelenggara telekomunikasi menyampaikan laporan hasil pertemuan intensifnya selama ini (yang melibatkan Dirjen Postel, beberapa pejabat Ditjen Postel, para anggota BRTI dan para direksi atau yang mewakili dari penyelenggara telekomunikasi) terkait dengan penghitungan ulang interkoneksi berbasis biaya, juga untuk memperoleh tanggapan dari Menteri Kominfo terhadap hasil perhitungan tersebut. Beberapa hal penting dalam perhitungan ini adalah sebagai berikut: Biaya interkoneksi untuk jaringan tetap lokal dan jaringan tetap lokal tanpa kabel dengan mobilitas terbatas (FWA): No. Jenis Panggilan Untuk Layanan Wireline dan FWA Eksisting Implementasi 2008 1. Originating interconnected – Local (Fixed- WL to OLO fixed) 73 73 2. Originating interconnected – Local (Fixed- WL to OLO mobile) 152 203 3. Originating interconnected – Local (Fixed- WL to OLO satellite) 564 204 4. Originating interconnected – Local (Fixed- WL to OLO VoIP) 185 299 5. Originating interconnected – Long Distance (Fixed - WL to OLO fixed) 569 560 6. Originating interconnected – Long Distance (Fixed- WL to OLO mobile 850 626 7. Originating interconnected – Long Distance (Fixed- WL to OLO satellite) 564 613 8. Originating interconnected – International (Fixed- WL to OLO international) 549 612 9. Terminating interconnected – Local (OLO fixed to Fixed-WL) 73 73 10. Terminating interconnected – Local (OLO mobile to Fixed-WL) 152 203 11. Terminating interconnected – Local (OLO satellite to Fixed-WL) 564 204 12. Terminating interconnected – Local (OLO VoIP to Fixed-WL) 185 299 13. Terminating interconnected – Long Distance (OLO fixed to Fixed-WL) 569 560 14. Terminating interconnected – Long Distance (OLO mobile to Fixed-WL) 850 626 15. Terminating interconnected – Long Distance (OLO satellite to Fixed-WL) 564 613 16. Terminating interconnected – International (OLO international to Fixed-WL) 549 612 17. Transit Local (OLO to Fixed-WL to OLO) 92 69 18. Transit Long Distance (OLO to Fixed-WL to OLO) 336 295 19. Transit to IGW (OLO to Fixed-WL to OLO) 355 316 Biaya interkoneksi untuk jaringan bergerak seluler: No. Jenis Panggilan Untuk Layanan Mobile Eksisting Implementasi 2008 1. Originating interconnected voice – Local (to fixed) 361 261 2. Originating interconnected voice – Local (to mobile) 449 261 3. Originating interconnected voice – Local (to satellite) 574 261 4. Originating interconnected voice – Long Distance (to fixed) 471 380 5. Originating interconnected voice – Long Distance (to mobile) 622 493 6. Originating interconnected voice – Long Distance (to satellite) 851 501 7. Originating interconnected voice – International (to international) 510 498 8. Terminating interconnected voice – Local (from fixed) 361 261 9. Terminating interconnected voice – Local (from mobile) 449 261 10. Terminating interconnected voice – Local (from satellite) 574 261 11. Terminating interconnected voice – Long Distance (from fixed) 471 380 12. Terminating interconnected voice – Long Distance (from mobile) 622 493 13. Terminating interconnected voice – Long Distance (from satellite) 851 501 14. Terminating interconnected voice – International (from international) 510 498 Berdasarkan data perhitungan tersebut di atas, nampak faktual adanya penurunan tarif. Adanya tren penurunan tarif ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi mendorong besaran investasi per subcriber terus menurun, pada jaringan mobile besaran investasi bergerak dari kisaran USD 100 per subcriber pada tahun 2003 dan saat ini diperkirakan pada kisaran USD 35 per subcriber. Di samping itu juga dipengaruhi oleh penurunan besaran investasi akibat perkembangan teknologi ini diperkirakan masih pada posisi tren penurunan, hanya penurunannya diperkirakan tidak sedrastis pada waktu lalu. Faktor yang lain adalah akibat pertumbuhan trafik dari tahun ke tahun khususnya disisi mobile terus menunjukkan trend kenaikan, dan trend pertumbuhan ini mengakibatkan utilisasi jaringan semakin baik. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah pertumbuhan subcribe r khususnya mobile cukup signifikan pada tahun 2000-2004. Jumlah subcriber pada tahun ini diperkirakan masih bertumbuh meskipun tidak sebesar pada pertumbuhan dari tahun lalu. Sebaliknya terjadi pula beberapa kenaikan tarif (meskipun mayoritas adalah penurunan biaya interkoneksi), yang pada dasarnya dipengaruhi oleh biaya civil work yang mengalami trend yang terus meningkat, padahal biaya ini merupakan biaya yang tidak bisa dihindari. Untuk mengurangi biaya civil work, maka penyelenggara akan didorong melakukan sharing infrastruktur. Faktor lainnya adalah adanya efisiensi internal. Efisiensi internal dari penyelenggara belum sepenuhnya dapat dicapai. Efesiensi internal seperti biaya overhead perusahaan harus terus ditingkatkan dengan strategi usaha yang kreatif. Perlu kiranya dijelaskan, bahwa posisi tren penurunan tarif tahun 2008-2009, yang digambarkan sebagai berikut. Memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan dan kenaikan tarif, maka pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 diperkirakan masih terjadi penurunan tarif. Trend penurunan tarif ini perlu dipertahankan dengan mendorong faktor pendukungnya dan mengatasi faktor penghambatnya. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi tarif tersebut, maka dipastikan akan terjadi penurunan tarif ke depan. Tren penurunan tarif ini diperkirakan akan terus terjadi sampai dengan jumlah subscriber (pelanggan) dan trafik mencapai titik saturasi, dimana kondisi ini diperkirakan terjadi apabila jumlah subcriber 70% dari total populasi dan utilisasi trafik mencapai volume yang maksimum 80%. Pada saat kondisi saturasi telah dicapai maka tarif akan cenderung berfluktuasi (naik/turun) pada kisaran tertentu. Besaran kisaran fluktuasi (naik/turun) tarif akan sangat dipengaruhi oleh kompetisi dan daya beli masyarakat. Esensi penting dari penghitungan tarif ini adalah biaya interkoneksi, yaitu biaya yang dibebabkan sebagai akibat adanya saling keterhubungan antar jaringan telekomunikasi yang berbeda, dan atau ketersambungan jaringan telekomunikasi dengan perangkat milik penyelenggara jasa telekomunikasi. Sedangkan interkoneksi ini sendiri menurut Peraturan Menkominfo No. 8/PER/M.KOMINFO/2/2006 tentang Interkoneksi didefinisikan sebagai keterhubungan antar jaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda. Sebagai konsekuensinya, biaya interkoneksi ini berdampak terhadap pada tarif retail. Besaran hasil perhitungan ulang interkoneksi yang akan diimplementasikan pada tahun 2008, harus tercermin pada tarif retail yang akan diberlakukan oleh penyelenggara. Mengingat penurunan besaran biaya interkoneksi untuk masa implementasi tahun 2008 dibandingkan dengan kondisi eksisting, maka penurunan tersebut harus tercermin dalam tarif retail. Dengan adanya dinamika tarif interkoneksi ini, maka fositif feedback bagi operator adalah sebagai berikut: Dengan adanya penurunan tarif, maka dipastikan akan terjadi customer surplus di industri baik dari sisi jumlah pelanggan dan volume trafik. Custumer surplus tersebut akan memberikan positif feedback bagi penyelenggara dalam meningkatkan produktifitas baik dari sisi volume trafik maupun peningkatan jumlah subcriber. Pemerintah secara langsung akan menyiapkan antisipasi terhadap adanya customer surplus tersebut, yaitu dengan memberikan kemudahan/insentif bagi penyelenggara dalam mengakusisi customer surplus, dengan cara: Mengefisienkan proses perizinan penyelenggaraan. Mengefisienkan proses perizinan frekuensi. Mengefisienkan proses sertifikasi perangkat. Mengefisienkan proses pelaksanaan uji laik operasi. Mendorong terjadinya sharing infrastruktur antar penyelenggara. Menyediakan proses mediasi terhadap perselisihan interkoneksi antara operator. Dalam pembahasan perhitungan implementasi hasil perhitungan ulang biaya interkoneksi ini telah disusun time-frame sebagai berikut: Impelementasi hasil perhitungan ulang biaya interkoneksi diharapkan sudah dilaksanakan paling lambat 1 April 2008 termasuk implementasinya terhadap tarif retail PSTN dan STBS. Implementasi tidak menunggu Pembaharuan PKS, akan tetapi dengan perjanjian kesepahaman implementasi besaran biaya interkoneksi 2008. Operator harus sudah menyampaikan usulan perubahan DPI paling lambat 15 (lima belas) hari kerja terhitung sejak diterimanya surat dari BRTI mengenai permintaan usulan perubahan DPI tahun 2008. Kepala Bagian Umum dan Humas, Gatot S. Dewa Broto HP: 0811898504 Email: gatot_b@postel.go.id Tel/Fax: 021.3860766
Siaran Pers No. 11/DJPT.1/KOMINFO/2/2008
Keterangan Pemerintah Tentang Implementasi Hasil Perhitungan Interkoneksi Berbasis Biaya
Menteri Kominfo Mohammad Nuh pada hari Senin pagi tanggal 4 Pebruari 2008 telah mengadakan jumpa pers di Kantor Departemen Kominfo dengan topik implementasi hasil perhitungan interkoneksi berbasis biaya. Beberapa saat sebelum berlangsungnya jumpa pers, Menteri Kominfo telah mengadakan pertemuan terbuka dengan para direksi penyelenggara telekomunikasi dengan tujuan selain untuk memungkinkan Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar selaku Ketua BRTI dan seluruh direksi penyelenggara telekomunikasi menyampaikan laporan hasil pertemuan intensifnya selama ini (yang melibatkan Dirjen Postel, beberapa pejabat Ditjen Postel, para anggota BRTI dan para direksi atau yang mewakili dari penyelenggara telekomunikasi) terkait dengan penghitungan ulang interkoneksi berbasis biaya, juga untuk memperoleh tanggapan dari Menteri Kominfo terhadap hasil perhitungan tersebut.
Beberapa hal penting dalam perhitungan ini adalah sebagai berikut:
No.
Jenis Panggilan Untuk Layanan Wireline dan FWA
Eksisting
Implementasi 2008
1.
Originating interconnected – Local (Fixed- WL to OLO fixed)
73
2.
Originating interconnected – Local (Fixed- WL to OLO mobile)
152
203
3.
Originating interconnected – Local (Fixed- WL to OLO satellite)
564
204
4.
Originating interconnected – Local (Fixed- WL to OLO VoIP)
185
299
5.
Originating interconnected – Long Distance (Fixed - WL to OLO fixed)
569
560
6.
Originating interconnected – Long Distance (Fixed- WL to OLO mobile
850
626
7.
Originating interconnected – Long Distance (Fixed- WL to OLO satellite)
613
8.
Originating interconnected – International (Fixed- WL to OLO international)
549
612
9.
Terminating interconnected – Local (OLO fixed to Fixed-WL)
10.
Terminating interconnected – Local (OLO mobile to Fixed-WL)
11.
Terminating interconnected – Local (OLO satellite to Fixed-WL)
12.
Terminating interconnected – Local (OLO VoIP to Fixed-WL)
13.
Terminating interconnected – Long Distance (OLO fixed to Fixed-WL)
14.
Terminating interconnected – Long Distance (OLO mobile to Fixed-WL)
15.
Terminating interconnected – Long Distance (OLO satellite to Fixed-WL)
16.
Terminating interconnected – International (OLO international to Fixed-WL)
17.
Transit Local (OLO to Fixed-WL to OLO)
92
69
18.
Transit Long Distance (OLO to Fixed-WL to OLO)
336
295
19.
Transit to IGW (OLO to Fixed-WL to OLO)
355
316
Jenis Panggilan Untuk Layanan Mobile
Originating interconnected voice – Local (to fixed)
361
261
Originating interconnected voice – Local (to mobile)
449
Originating interconnected voice – Local (to satellite)
574
Originating interconnected voice – Long Distance (to fixed)
471
380
Originating interconnected voice – Long Distance (to mobile)
622
493
Originating interconnected voice – Long Distance (to satellite)
851
501
Originating interconnected voice – International (to international)
510
498
Terminating interconnected voice – Local (from fixed)
Terminating interconnected voice – Local (from mobile)
Terminating interconnected voice – Local (from satellite)
Terminating interconnected voice – Long Distance (from fixed)
Terminating interconnected voice – Long Distance (from mobile)
Terminating interconnected voice – Long Distance (from satellite)
Terminating interconnected voice – International (from international)
Berdasarkan data perhitungan tersebut di atas, nampak faktual adanya penurunan tarif. Adanya tren penurunan tarif ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi. Perkembangan teknologi mendorong besaran investasi per subcriber terus menurun, pada jaringan mobile besaran investasi bergerak dari kisaran USD 100 per subcriber pada tahun 2003 dan saat ini diperkirakan pada kisaran USD 35 per subcriber. Di samping itu juga dipengaruhi oleh penurunan besaran investasi akibat perkembangan teknologi ini diperkirakan masih pada posisi tren penurunan, hanya penurunannya diperkirakan tidak sedrastis pada waktu lalu. Faktor yang lain adalah akibat pertumbuhan trafik dari tahun ke tahun khususnya disisi mobile terus menunjukkan trend kenaikan, dan trend pertumbuhan ini mengakibatkan utilisasi jaringan semakin baik. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah pertumbuhan subcribe r khususnya mobile cukup signifikan pada tahun 2000-2004. Jumlah subcriber pada tahun ini diperkirakan masih bertumbuh meskipun tidak sebesar pada pertumbuhan dari tahun lalu.
Sebaliknya terjadi pula beberapa kenaikan tarif (meskipun mayoritas adalah penurunan biaya interkoneksi), yang pada dasarnya dipengaruhi oleh biaya civil work yang mengalami trend yang terus meningkat, padahal biaya ini merupakan biaya yang tidak bisa dihindari. Untuk mengurangi biaya civil work, maka penyelenggara akan didorong melakukan sharing infrastruktur. Faktor lainnya adalah adanya efisiensi internal. Efisiensi internal dari penyelenggara belum sepenuhnya dapat dicapai. Efesiensi internal seperti biaya overhead perusahaan harus terus ditingkatkan dengan strategi usaha yang kreatif.
Perlu kiranya dijelaskan, bahwa posisi tren penurunan tarif tahun 2008-2009, yang digambarkan sebagai berikut. Memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan dan kenaikan tarif, maka pada tahun 2008 sampai dengan tahun 2009 diperkirakan masih terjadi penurunan tarif. Trend penurunan tarif ini perlu dipertahankan dengan mendorong faktor pendukungnya dan mengatasi faktor penghambatnya. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi tarif tersebut, maka dipastikan akan terjadi penurunan tarif ke depan. Tren penurunan tarif ini diperkirakan akan terus terjadi sampai dengan jumlah subscriber (pelanggan) dan trafik mencapai titik saturasi, dimana kondisi ini diperkirakan terjadi apabila jumlah subcriber 70% dari total populasi dan utilisasi trafik mencapai volume yang maksimum 80%. Pada saat kondisi saturasi telah dicapai maka tarif akan cenderung berfluktuasi (naik/turun) pada kisaran tertentu. Besaran kisaran fluktuasi (naik/turun) tarif akan sangat dipengaruhi oleh kompetisi dan daya beli masyarakat.
Esensi penting dari penghitungan tarif ini adalah biaya interkoneksi, yaitu biaya yang dibebabkan sebagai akibat adanya saling keterhubungan antar jaringan telekomunikasi yang berbeda, dan atau ketersambungan jaringan telekomunikasi dengan perangkat milik penyelenggara jasa telekomunikasi. Sedangkan interkoneksi ini sendiri menurut Peraturan Menkominfo No. 8/PER/M.KOMINFO/2/2006 tentang Interkoneksi didefinisikan sebagai keterhubungan antar jaringan telekomunikasi dari penyelenggara jaringan telekomunikasi yang berbeda. Sebagai konsekuensinya, biaya interkoneksi ini berdampak terhadap pada tarif retail. Besaran hasil perhitungan ulang interkoneksi yang akan diimplementasikan pada tahun 2008, harus tercermin pada tarif retail yang akan diberlakukan oleh penyelenggara. Mengingat penurunan besaran biaya interkoneksi untuk masa implementasi tahun 2008 dibandingkan dengan kondisi eksisting, maka penurunan tersebut harus tercermin dalam tarif retail.
Dengan adanya dinamika tarif interkoneksi ini, maka fositif feedback bagi operator adalah sebagai berikut:
Dalam pembahasan perhitungan implementasi hasil perhitungan ulang biaya interkoneksi ini telah disusun time-frame sebagai berikut:
Kepala Bagian Umum dan Humas,
Gatot S. Dewa Broto
HP: 0811898504
Email: gatot_b@postel.go.id
Tel/Fax: 021.3860766
07 February 2010 Kekhawatiran Terhadap Potensi Dampak Perobohan Menara Telekomunikasi di Badung - Bali Bagi Kelangsungan Layanan Publik, Perkembangan Pariwisata dan Stabilitas Keamanan Setempat
05 February 2010 Pakta Integritas Untuk Pencegahan Tindak Pidana Korupsi
04 February 2010 Kewajiban Pembayaran Yang Harus Segera Dipenuhi Oleh PT. Rahajasa Media Internet a.n. Konsorsium Wimax Indonesia serta Konsorsium PT. Comtronics Systems dan PT Adiwarta Perdania Sebagai Pemenang Tender BWA
03 February 2010 Laporan Perkembangan Pelaksanaan Sistem Stasiun Jaringan Oleh Lembaga Penyiaran Swasta Jasa Penyiaran Televisi
03 February 2010 Pelaksanaan Ujian Negara Radio Elektronika dan Operator Radio (REOR) di Semarang dan Makassar
02 February 2010 Penggunaan UU ITE Dalam Penanggulangan Aksi Pembobolan ATM Bank
© 2005 Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi