TENTANG POSTEL>>REGULASI>>PERIZINAN>> INFORMASI TERKINI>>EMAILKONTAKPENCARIANBUKU TAMU>>LINK>>ENGLISH VERSION


Anda Pengunjung Ke :
 
I N F O R M A S I

Untitled Document

Siaran Pers No. 32/DJPT.1/KOMINFO/4/2008

Penurunan Tarif Sewa Jaringan Berkontribusi Terhadap Penurunan Tarif Akses Internet di Indonesia

 

Sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri No. 3/PERM.KOMINFO/1/2007 tentang Sewa Jaringan, maka BRTI telah memberikan persetujuan terhadap Dokumen Sewa Jaringan milik PT. Telkom sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan dominan melalui Keputusan Dirjen Postel No. 115 Tahun 2008. Dengan adanya pemberian persetujuan terhadap jenis layanan dan besaran tarif sewa jaringan milik PT. Telkom dimaksud, maka terjadi penurunan besaran tarif sewa jaringan dari besaran tarif eksisting. Untuk diketahui, sewa jaringan adalah penyediaan jaringan transmisi teresterial unmanaged untuk komunikasi elektronik yang menghubungkan 2 titik terminasi antar point of presence (POP) secara permanen untuk digunakan secara eksklusif dengan kapasitas kanal transmisi yang simetris. Penyediaan layanan tersebut dilaksanakan melalui jaringan transmisi backbone yang telah tergelar sesuai dengan couverage area-nya dengan tingkat keandalan yang seoptimal mungkin sesuai dengan kemampuan masing-masing penyelenggara telekomunikasi sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan. Bentuk layanan yang ditawarkan oleh penyelenggara tersebut adalah penyediaan layanan sewajaringan secara end to end atau point to point , sesuai dengan keinginan pelanggan dan atau ketersediaan sumber daya. Bentuk layanan Adapun penurunan besaran tarif sewa jaringan tahun 2008 dibandingkan dengan tarif eksisting adalah sebagai berikut :

 

 

 

 

Jarak

PT Telkom

(Tarif Eksisting Berdasarkan KM 12/97)

Telkom (Khusus Untuk Cakupan Layanan Jawa Berdasarkan PM 3/2007)

Penurunan / Kenaikan

(Eksisting vs Usulan Telkom)

Penurunan / Kenaikan

(Eksisting vs Usulan Telkom /%)

Biaya Instalasi

 

2,400,000

 

 

Jarak (km)

Perbandingan Tarif per Bulan (%)

5

-

2,450,000

-

-

10

-

2,450,000

-

-

15

13,106,000

2,450,000

10,656,000

-81

20

13,106,000

2,450,000

10,656,000

-81

25

13,106,000

6,900,000

6,206,000

-47

30

41,609,000

6,900,000

34,709,000

-83

35

41,609,000

6,900,000

34,709,000

-83

40

41,609,000

6,900,000

34,709,000

-83

45

41,609,000

6,900,000

34,709,000

-83

50

41,609,000

6,900,000

34,709,000

-83

100

41,609,000

6,900,000

34,709,000

-83

150

44,776,000

8,550,000

36,226,000

-81

200

44,776,000

8,550,000

36,226,000

-81

250

48,336,000

10,200,000

38,136,000

-79

300

48,336,000

10,200,000

38,136,000

-79

350

48,336,000

15,150,000

33,186,000

-69

400

48,336,000

15,150,000

33,186,000

-69

450

48,336,000

15,150,000

33,186,000

-69

500

48,336,000

15,150,000

33,186,000

-69

>500

48,336,000

15,150,000

33,186,000

-69

 

Sebagai informasi, posisi penurunan besaran tarif sewa jaringan yang diberlakukan oleh PT. Telkom tahun 2008 jika dibandingkan dengan besaran tarif dengan negara-negara lain (meskipun datanya bukan yang paling up to date ) adalah sebagai berikut :

 

Jarak

PT Telkom

(Berdasarkan PM 03/2007)

India (BSNL)

Thailand

(Comm. Authority)

Singapura

(Singtel)

Australia

(Telstra)

Biaya Instalasi

2,400,000

233,976

8,515,920

9,793,170

64,519,616

Jarak (km)

Tarif per bulan

5

2,450,000

331,778

13,909,336

26,115,120

18,342,151

10

2,450,000

490,960

13,909,336

26,115,120

21,732,567

15

2,450,000

650,141

13,909,336

26,115,120

25,122,983

20

2,450,000

809,342

13,909,336

26,115,120

27,326,753

25

6,900,000

968,524

13,909,336

26,115,120

29,530,523

30

6,900,000

1,127,706

13,909,336

26,115,120

31,734,294

35

6,900,000

1,286,887

13,909,336

26,115,120

33,938,064

40

6,900,000

1,446,069

13,909,336

26,115,120

36,141,835

45

6,900,000

1,605,251

13,909,336

26,115,120

38,345,605

50

6,900,000

1,806,821

13,909,336

26,115,120

40,549,375

100

6,900,000

3,441,046

13,909,336

26,115,120

48,398,188

150

8,550,000

5,075,271

13,909,336

26,115,120

48,398,188

200

8,550,000

6,709,496

23,276,848

26,115,120

59,368,303

250

10,200,000

8,343,721

23,276,848

26,115,120

74,805,715

300

10,200,000

9,977,946

23,276,848

26,115,120

74,805,715

350

15,150,000

11,612,170

35,199,136

26,115,120

74,805,715

400

15,150,000

13,246,395

35,199,136

26,115,120

88,444,087

450

15,150,000

14,880,620

35,199,136

26,115,120

88,444,087

500

15,150,000

16,514,845

35,199,136

26,115,120

105,685,369

>500

15,150,000

16,573,300

35,199,136

26,115,120

105,685,369

Keterangan

VAT 10% not included

VAT 12.5% not included

VAT 7% not included

VAT 3% not included

VAT 10% not included

Waktu Rilis

2008

1 Nop 2007

1 Okt1999

1 Nop 2006

1 Nop 2007

Sumber:

Dok. Penawaran Telkom

Teligen

Teligen

Teligen

Teligen

 

Dari perbandingan di atas nampak realitanya tarif sewa jaringan di Indonesia berada di atas India, akan tetapi masih berada di bawah negara lainnya. Hal ini disebabkan India menggunakan tingkat WACC ( Weighted Average Cost of Capital ) yang lebih rendah dan membangun jaringannya dengan menggunakan kabel fiber optik di darat [Inland Fiber Optic Cable), bukan dekabel laut SKKL (Inmarine Fiber Optic Cable), sehingga biaya investasi lebih rendah. Selanjutnya, setelah kini masyarakat umum mulai menikmati penurunan tarif ritel telekomunikasi sebagai akibat pengitungan ulang biaya interkoneksi yang cenderung mengalami penurunan, maka penurunan besaran tarif sewa jaringan dimaksud diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan akses internet khususnya internet domestik mengingat tarif akses internet pun juga menjadi turun, dan penurunan besaran tarif sewa jaringan dapat meningkatkan penggunaan bandwidth oleh penyelenggara jasa internet.

 

Meskipun Ditjen Postel dan BRTI sudah memberikan persetujuan kepada PT Telkom yang telah menyampaikan dokumen sewa jaringannya sebagai penyelenggara jaringan penyedia layanan sewa jaringan dominan melalui Keputusan Dirjen Postel No. 115 Tahun 2008, namun demikian Ditjen Postel tetap menunggu para penyelenggara telekomunikasi lainnya yang memiliki layanan sewa jaringan yang seharusnya sudah memasukkan dokumen sewa jaringannya sebelum tanggal 3 April 2008. Sejauh ini, selain PT Telkom, yang sudah memasukkan dokumennya (terhitung sampai dengan tanggal 7 April 2008) adalah PT Indosat, PT Excelcomindo Pratama, PT Indonesia Comnet Plus, dan PT Artha Telekomindo. Sedangkan sejumlah penyelenggara layanan sewa jaringan non dominan lainnya yang belum menyampaikan dokumennya adalah:

 

  1. PT Moratel.
  2. PT Reach Network Services Indonesia .
  3. PT Asiakomnet Multimedia.
  4. PT Circlecom Nusantara Indonesia .
  5. PT Dwi Tunggal Putra.
  6. PT Indo Pratama Teleglobal.
  7. PT Pasifiktel Indotama.
  8. PT Sarana Mukti Adijaya.
  9. PT Tunas Komindo Persada.
  10. PT World Space Indonesia .
  11. PT Supra Primatama Nusantara.
  12. PT Citra Sari Makmur.
  13. PT Indosat Mega Media.

 

Kepala Bagian Umum dan Humas,

Gatot S. Dewa Broto

HP: 0811898504

Email: gatot_b@postel.go.id

Tel : 021.3860766

Fax : 021.3860766/3844036

 

 

 

 

..::: INFORMASI TERKINI LAINNYA :::..

18 November 2009
Substansi Izin Prinsip Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet-Switched Kepada Para Pemenang Seleksi Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packed-Switched Yang Menggunakan Pita Frekuensi Radio 2.3 Ghz


16 November 2009
Lomba Desain Prangko Nasional 2009


12 November 2009
Pembukaan Pertemuan Para Menteri Telekomunikasi dan ICT Asia Pasifik di Bali Oleh Menteri Kominfo Tifatul Sembiring Dengan Tema Pertemuan "Memperkuat Kerja-Sama Regional Menuju Ekonomi Broadband"


11 November 2009
Ekonomi Broadband Asia Pasifik Dalam Bahasan Para Menteri Telekomunikasi dan ICT Asia Pasifik di Bali Tanggal 12 dan 13 November 2009


10 November 2009
Progress Report Penyusunan Rancangan Regulasi Mengenai Tata Cara Intersepsi (Penyadapan) Berdasarkan UU ITE


09 November 2009
Konsultasi Publik Dalam Rangka Revisi Peraturan Dirjen Mengenai Pengelompokan Alat dan Perangkat Telekomunikasi Untuk Keperluan Sertifikasi


© 2005 Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi

kembali