Kemkominfo dan BRTI Bahas Draft Regulasi IoT dengan Stakeholder

Direktur Standardisasi, Hadiyana (dua kanan)  mengenai peluang pasar dari teknologi Low Power Wide Area (LPWA) dan Short Range Device (SRD) dalam FGD di Bandung - Jawa Barat, Jumat (25/5/2018)

Bandung (SDPPI) - Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Jumat (25/5), membahas draft regulasi Internet of Things (IoT)--yang tengah disusun--bersama pemangku kepentingan terkait dalam satu Focus Group Discussion (FGD).

FGD yang diselenggarakan BRTI bekerjasama dengan Telkom University ini secara khusus membahas rancangan Persyaratan Teknis Low Power Wide Area (LPWA) dan juga simplifikasi Persyaratan Teknis Short Range Device yang tengah dikerjakan oleh Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI).

Pada FGD yang dipimpin oleh Imam Nashiruddin selaku komisioner BRTI ini, hadir para pemangku kepentingan mulai dari operator telekomunikasi sampai dengan akademisi. Mereka memberikan masukan dan saran serta menyuarakan aspirasi mereka terkait regulasi yang tengah disusun.

Masukan dan saran tersebut ditujukan agar regulasi yang dibuat bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, selain agar regulasi yang akan diberlakukan nanti sejalan dengan perkembangan teknologi IoT di Indonesia.

Pada acara yang digelar di Fakultas Teknik Elektro Telkom University, Bandung, ini dipaparkan draft Persyaratan Teknis Low Power Wide Area dan Simplifikasi Persyaratan Teknis Short Range Device oleh tim Subdirektorat Standar Telekomunikasi Radio, Direktorat Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika.

Sebelum membahas draft secara detil, Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Mochamad Hadiyana menyampaikan paparan mengenai gambaran teknologi perangkat IoT dan standar yang terkait saat ini.

Hadiyana menjelaskan bahwa dalam perkembangannya, teknologi perangakt IoT sekarang terbagi dalam dua tipe, yakni perangkat IoT jarak dekat dan jarak jauh. Untuk perangkat IoT short range, terdapat beberapa teknologi yang mendominasi diantaranya adalah Wi-Fi, Bluetooth, dan Zigbee.

Sedangkan untuk perangkat long range, terdapat teknologi yang berbasis 3GPP dan non-3GPP. Untuk yang berbasis 3GPP, diantaranya adalah LTE-Advanced, LTE-M, dan NB-IoT, sedangkan yang non-3GPP terdapat LoRa, Sigfox.

Teknologi baru untuk long range saat ini mencakup daya tahan baterai yang sangat lama, penetrasi yang lebih jauh, penggelaran secara masal, bandwidth yang kecil dan juga harga parangkat yang murah.

Dalam kesempatan ini Hadiyana juga menyampaikan mengenai peluang pasar dari teknologi Low Power Wide Area (LPWA) dan Short Range Device (SRD) yang merujuk pada hasil riset Machina Research. Pada tahun 2025, pasar akan didominasi oleh SRD, namun pada teknologi LPWA juga terdapat nilai yang besar.

Secara detail, LPWA yang akan besar pasarnya adalah NB-IoT (48% dari total pasar LPWA), Cat-M1 (22% dari total pasar LPWA), dan LoRa (13% dari total pasar LPWA).

Selain itu, Hadiyana juga menyampaikan bahwa selain standar interoperabilitas, kedepannya standar regulatory akan mencakup standar kompatibilitas elektromagnetik (EMC), standar keselamatan listrik, dan standar batas maksimum paparan radiasi pengion untuk menjaga kesehatan manusia.

Pemerintah ingin memastikan bahwa perangkat yang beredar dan digunakan aman bagi pengguna atau masyarakat.

Terkait pemaparan draft regulasi persyaratan teknis Low Power Wide Area (LPWA), Direktorat Standardisasi sedang menyusun persyaratan teknis LPWA yang teknologinya berbasis 3GPP yaitu NB-IoT dan LTE-M, dan juga non-3GPP.

Pembahasan Simplifikasi Persyaratan Teknis Short Range Device juga mendapatkan banyak masukan dari peserta FGD, sehingga regulasi yang disusun nanti sudah mengakomodasi semua aspirasi pemangku kepentingan.

Kemkominfo dan BRTI mengharapkan regulasi persyaratan teknis terkait Internet of Things ini bisa segera dikeluarkan pada tahun ini.

Sumber/Foto : Kamal Jatmoko/Direktorat Standardisasi

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `Infografis`