Kawal dan Lindungi Infrastruktur Telekomunikasi Batas Negeri

Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam Abdul Salam (kanan) saat melakukan pemngecekan kondisi dan memastikan perangkat monitoring Transportable beserta penunjangnya di site Natuna berfungsi dangan baik

Batam (SDPPI) – Perairan dan kepulauan Natuna harus dijaga dari infiltrasi atau pendudukan pihak asing. Semua potensi yang ada di sana harus dikawal dan lindungi, termasuk infrastruktur telekomunikasi agar selalu berfungsi dengan baik.

“Natuna sangat strategis bagi Indonesia. Secara geografis, perairan dan kepulauannya merupakan batas terluar yang menjadi penentu kedaulatan NKRI dan perlintasan rute niaga internasional,” kata Kepala Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Batam Abdul Salam, Kamis (9/7/2010).

Keberadaan negeri, yang berjuluk Laut Sakti Rantau Bertuah itu, menyimpan kekayaan alam cukup besar. Selain hasil lautnya, sekitar Natuna pun kaya akan gas yang dapat dimanfaatkan bagi pasokan energi dalam dan luar negeri.

Balmon Batam, satu dari 35 Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, melakukan giat inspeksi. Kegiatan yang diselenggarakan pada 7 hingga 9 Juli 2020 itu, untuk memeriksa kondisi dan fungsi stasiun monitoring spektrum frekuensi radio Transportable Kabupaten Natuna.

“Daerah yang berada di utara Indonesia ini merupakan salah satu wilayah kerja Balmon Batam di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki dua kota dan lima kabupaten,” jelas Abdul Salam.

Tujuan kegiatan untuk mengecek kondisi dan memastikan perangkat monitoring Transportable beserta penunjangnya di site Natuna berfungsi dangan baik, guna menunjang tugas pemantauan pendudukan (occupancy) spektrum frekuensi radio. Selain itu, dilakukan perawatan dan perbaikan perangkat, serta melaporkan hasilnya ke pusat jika terdapat kerusakan yang bersifat berat (major problem).

Hasil dari kegiatan inspeksi ini terdentifikasi dan ditemukenali secara umum perangkat utama dan kesisteman masih berfungsi dengan baik. Namun, ada perangkat penunjang dari SMFR (Transportable) yang mengalami rusak ringan. Diantaranya, tidak bisa dilakukan remote desktop ke PC FMU untuk test fungsi perangkat dan CCTV agar berfungsi sebagaimana mestinya. Tim melakukan perbaikan dan penggantian tools, seperti adaptor yang rusak.

Berikutnya, dilakukan upaya restart protection board dan perbaikan fungsi-fungsi lainnya, agar perangkat SMFR Transportable dan CCTV saat memonitor kepadatan penggunaan frekuensi radio di site Natuna dapat berfungsi kembali utuh dan normal.

Sumber/Foto : Abd. Salam, UPT Batam

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS Fest 2020`