Dirjen SDPPI : Pastikan Spektrum Frekuensi Radio Tersedia di Manapun, Kapanpun

Dirjen SDPPI Ismail didampingi Direktur Pengendalian merangkap Plt Sesditjen SDPPI Sabirin Mochtar dan Ka. Balmon Banda Aceh Luthfi meninjau tower di kantor Balmon Aceh, Kamis (13/07/2023).

Banda Aceh (SDPPI) – Pesatnya pertumbuhan transformasi digital di Indonesia, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) pastikan Spektrum Frekuensi Radio tersedia Everywhere, Anywhere and Anytime.

“Peran SDPPI ini sangat erat dengan bagian kehidupan sehari-hari, kita harus sadar bahwa perubahan aktivitas sehari-hari disemua sektor kehidupan akan dilanda oleh proses transformasi digital, maka dari itu harus tersedianya spektrum frekuensi radio everywhere, anywhere, dan anytime” ucap Dirjen SDPPI Ismail dalam sambutannya pada Kunjungan Kerja ke Balai Monitor SFR Kelas II Banda Aceh, Kamis (13/7/2023).

Dirjen SDPPI Ismail menjelaskan bahwa mau tidak mau kita harus mempercepat transformasi digital karena ini sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga berkata bahwa Ditjen SDPPI bertanggung jawab menjaga, mempercepat, mendorong inovasi, serta melakukan terobosan-terobosan agar terwujudnya transformasi digital.

“Pertama kita harus memastikan infrastrukturnya tersedia dan juga berkualitas (broadband), jadi masyarakat tidak hanya lagi mengirim pesan melalu sms/telepon melainkan dapat menggunakan video call” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa infrastruktur ini merupakan prasyarat sebelum bisa dimanfaatkan, jadi sebelum bisa menjalankan transformasi digital infrastrukturnya harus tuntas terlebih dahulu. “Dan infrastruktur ini komponennya lebih dari 90% karena bertumpunya pada mobile broadband, dan itu semua merupakan tugas kita” sambung Dirjen SDPPI.

Lebih detail Ismail menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal SDPPI merupakan regulator dan juga sebagai akselerator pada transformasi digital di Indonesia. Maka dari itu kita berupaya melakukan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di pelosok negeri.

“Kita harus melakukannya dari sekarang, karena kita tidak bisa menunggu operator seluler yang menyelesaikan itu” ucapnya.

Dan juga upaya ini kita lakukan karena sudah menjadi tugas Ditjen SDPPI Kominfo dan tanggung jawab kita kepada masyarakat untuk menyediakan konektivitas didaerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). “Kita memiliki 2 tugas utama terkait itu, yaitu memanage spektrum frekuensi radio sampai dengan di pengawasan dan pengendaliannya” urai Dirjen SDPPI.

Selain itu Direktorat Jenderal SDPPI juga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam transformasi digital Indonesia yaitu standardisasi dan sertifikasi perangkat telekomunikasi, dimana perangkat telekomunikasi yang beredar di Indonesia harus aman saat digunakan oleh masyarakat.

“Karena pada kenyataannya, banyak juga perangkat-perangkat yang tidak tersertifikasi dan itu memungkinkan terjadinya hal-hal yang dapat merugikan” tambahnya.

Tidak sampai situ, Ismail juga menjelaskan dampak negatif dari cepatnya perkembangan transformasi digital dan itu juga sudah menjadi tugas dari Kemkominfo. “Dimana ada kelebihan pasti ada kekurangan, dari besarnya manfaat adanya transformasi digital ada bahaya yang mendampingi dan kita bertugas untuk membendung itu mulai dari hoax, pornorafi, perjudian online dan lain-lain” tegasnya.

Tugas Kemkominfo khususnya Ditjen SDPPI berada di garis depan dalam mempersiapkan percepatan transformasi digital sehingga jajaran SDPPI harus siap karena ini untuk masa depan bangsa.

“Kalau kita terlambat atau salah mengambil keputusan kita akan jauh tertinggal oleh negara-negara lain, maka dari itu kita harus bekerja secara professional dan memberikan yang terbaik untuk kemajuan bangsa dalam mencapai transformasi digital” tegas Dirjen SDPPI.

(Sumber/ Foto : Fandi R, Setditjen)

Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `SDPPI Digital Assitant`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS Fest 2023`