Koordinasi dan Fokus Kunci Sukses Penataan Ulang Pita Frekuensi Radio

Balmon Jambi dan Operator Telekomunikasi memonitor pelaksanaan Refarming di wilayah Sumatra Bagian Selatan

Jambi (SDPPI) - Sempat terkendala pasokan listrik akibat kondisi alam yang tak bersahabat, penataan ulang pita frekuensi radio di tiga cluster provinsi, akhirnya sukses dilakukan. Semua berkat koordinasi dan fokus dari para pihak.

Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Jambi, 13 Maret 2019, melaksanakan penataan ulang pada pita frekuensi radio pada band 800 dan 900 MHz. Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di wilayah Cluster Jambi, namun juga dilaksanakan di cluster Riau dan Bengkulu. Intinya, kegiatan secara umum berjalan baik dan lancar.

Penataan ulang pita frekuensi radio secara teknis adalah memastikan konektivitas jaringan ke site, sehingga memudahkan remote dan penyediaan pasokan listrik sebagai catu daya site yang memadai. “Di balik kesuksesan tersebut, ada kisah heroik,” kata Manager PT Telkomsel Area Jambi Fatah.

Diungkapkan, pada 11 Maret 2019, dua hari sebelum penataan ulang frekuensi radio dilakukan, Tower Saluran Udara Ekstra Tinggi (SUTET) di wilayah perbukitan Kabupaten Kerinci mengalami musibah. Kondisi tanah yang labil, curah hujan cukup tinggi, ditambah kerusakan lingkungan akibat ulah manusia, mengakibatkan tower longsor. Pasokan listrik di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh mati seketika. Kota pun sunyi senyap.

Pemerintah harus berjibaku dalam menyediakan listrik guna memenuhi aktivitas masyarakat secara umum. Sampailah pada 13 Maret 2019, dimana pelaksanaan penataan ulang pita frekuensi radio 800 – 900 MHz dilaksanakan. Seluruh pemangku kepentingan saling berkoordinasi secara intensif. Antara Direktorat Penataan dan Direktorat Pengendalian Ditjen SDPPI, Balai Monitor, serta penyelenggara (operator) jaringan. Mereka melakukan komunikasi dan koordinasi agar kegiatan berjalan baik.

Namun hari itu, pasokan listrik dan koneksi jaringan belum seluruhnya pulih. PT Telkomsel dan PT Indosat harus berjibaku memenuhi pasokan listrik dan koneksitivitas jaringan. Dalam hitungan jam, mereka menyediakan sejumlah genset di site yang akan ditata frekuensinya. Personel dari pihak ketiga pun dikerahkan. Hal ini dilakukan, tidak lain dalam rangka menyukseskan penataan ulang pita frekuensi radio pada band 800 dan 900 MHz.

Penataan ulang berlangsung pukul 22.00 hingga 02.00 esok harinya. Penataan ulang akhirnya berjalan lancar, meski membutuhkan waktu agak lama dikarenakan beberapa site masih dalam keadaan mati (off). Kendala teknis dapat diatasi perlahan.

Kesuksesan penataan ulang pita frekuensi radio 800 – 900 MHz dilakukan secara kolektif, karena banyak unsur atau stakeholder terlibat. Baik itu koordinasi antardirektorat di lingkungan Ditjen SDPPI, antarpenyelenggara (operator) jaringan telekomunikasi, dan pihak lain yang mungkin ada ratusan orang. Daya dukung ada pada perangkat stasiun monitoring transportable atau slave stasiun di suatu daerah, sehingga dapat memantau perkembangan penataan ulang di kabupaten lain.

Kegiatan penataan ulang pita frekuensi pada band 800 – 900 MHz di Cluster Provinsi Jambi, Riau, dan Bengkulu berjalan baik dan lancar. Inti kesuksesan terletak pada komunikasi, koordinasi dan fokus pelaksanaan kegiatan secara efisien dan optimal. Keep forward SDPPI!

(Puput Adi Saputro, Balmon Jambi)

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `Sistem Informasi Data Statistik`
Banner `Infografis`