Siaran Pers No. 66/PIH/KOMINFO/8/2012
Apel Siaga Bersama Jajaran Kementerian Kominfo Bersama Seluruh Mitra Kerja Persiapan Jelang Lebaran 1 Syawal 1433 H

Sumber ilustrasi: us.images.detik.com/content/2012/08/06/328/tifapel460.jpg

(Jakarta, 6 Agustus 2012) . Menteri Kominfo Tifatul Sembiring pada tanggal 6 Agustus 2012 pagi telah memimpin apel siaga bersama jajaran Kementerian Kominfo dan seluruh mitra kerja Kementerian Kominfo di halaman depan kantor Kementerian Kominfo. Para mitra Kementerian Kominfo tersebut mulai dari penyelenggara pos (seperti PT Pos Indonesia dan asosiasi penyelenggara pos swasta / ASPERINDO / Asosiasi Perusahaan Jasa Expres Indonesia), penyelenggara telekomunikasi (seluruh operator telekomunikasi), para penyelenggara penyiaran (seperti RRI, TVRI, dan para penyelenggara televisi dan radio swasta), ORARI (Organisasi Amatir Radio Republik Indonesia) dan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia). Apel siaga ini adalah yang pertama diadakan oleh Kementerian Kominfo untuk persiapan jelang Lebaran, karena sebelum ini sebagaimana sudah berlangsung beberapa tahun sebelumnya hanya berupa acara pelepasan secara resmi oleh Menteri Kominfo terhadap rombongan tim test drive BRTI (Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia) dan seluruh penyelenggara telekomunikasi yang melakukan pengecekan jaringan layanan telekomunikasi ke beberapa tujuan arus mudik. Atau sering juga hanya dalam bentuk rapat bersama antara Menteri Kominfo dengan seluruh mitra kerja untuk mengetahui kesiapan mereka jelang Lebaran.

Menteri Kominfo dalam sambutannya mengatakan, bahwa pelaksanaan apel siaga tersebut tidak untuk gagah-gagahan atau show of force , tetapi secara khusus dimaksudkan untuk menunjukkan pada seluruh masyarakat secara terbuka, bahwa Insya Allah seluruh jajaran Kementerian Kominfo dan mitra kerjanya sangat serius untuk memungkinkan terciptanya rasa aman, nyaman, komunikatif dan informasi lancar saat warga masyarakat akan merayakan suasana Lebaran. Lebih lanjut Tifatul Sembiring mengatakan: €œ Pada saat setiap suasana Perayaan Idul Fitri setiap tahun, selalu saja concern kami yang paling utama adalah mengenai masalah kualitas layanan telekomunikasi. Kami tidak ingin di saat masyarakat yang sedang saling silaturahim terganggu suasananya gara-gara buruknya kualitas telekomunikasi. Syukur Alhamdulillah, beberapa tahun terakhir ini para penyelenggara telekomunikasi sudah berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan yang terbaik secara all out dan dengan peningkatan jaringan semaksimal mungkin baik di sepanjang jalur mudik maupun kota-kota tertentu yang menjadi tujuan arus mudik tidak hanya di Jawa, tetapi juga di beberapa kota di luar Jawa . Akan tetapi, tugas berat dan tantangan masih tetap menghadang. Sebagaimana ketahui bersama, kini jumlah pengguna layanan telekomunikasi telah meningkat pesat. Ini belum lagi terhitung dengan jumlah pengguna layanan media sosial dan berbagai perangkat smart phone dan gadget tablet yang ada. Ini artinya ada tuntutan riil bagi para penyelenggara telekomunikasi untuk mengantisipasi dengan baik terjaganya kualitas komunikasi data dengan kapasitas bandwidth yang tersedia secara memadai. Tidak tertutup kemungkinan pada saat kemacetan berlangsung di sejumlah titik rawan macet, mungkin banyak dari mereka memanfaatkan waktu luang itu untuk menggunakan perangkat telekomunikasinya untuk saling berkomunikasi ataupun mengakses informasi tertentu .

Untuk mendukung kelancaran komunikasi dan memperkecil kemungkinan terjadinya keterlambatan komunikasi akibat kecelakaan lalu lintas dan bencana alam, Kementerian Kominfo juga sengaja mengundang RAPI dan ORARI. Kedua organisasi tersebut selama ini memegang peranan cukup strategis dalam penyediaan komunikasi dan informasi yang cepat mana kala suatu kondisi darurat berlangsung. Oleh karenanya, meskipun seluruh penyelenggara telekomunikasi dan penyiaran sudah cukup canggih peralatan dan jaringannya, namun Menteri Kominfo tetap sangat berharapkan peran serta RAPI dan ORARI dalam mendukung lancarnya komunikasi selama persiapan dan selama berlangsungnya suasana Lebaran tahun 2012, karena kedua komunitas tersebut selama ini terbukti cukup tangguh hadir di saat kondisi yang sangat kritis dan darurat.

Harapan serupa juga diingatkan oleh Menteri Kominfo kepada mitra kerja yang melayani pos: €œ Meskipun kini masyarakat cenderung lebih banyak menggunakan layanan telekomunikasi, namun harus diingat, bahwa ada segmentasi layanan tertentu yang belum tergantikan, yaitu pengiriman kartu Lebaran secara konvensional, paket Lebaran dan pengiriman barang-barang yang harus diangkut untuk mudik Lebaran. Semuanya itu tidak bisa tergantikan oleh layanan telekomunikasi. Dalam kesempatan ini pula kami minta kepada seluruh penyelenggara layanan pos untuk benar-benar memberikan layanan yang terbaik bagi masyarakat €. Dan tidak ketinggalan pula kepada para penyelenggara penyiaran, baik penyiaran radio maupun televisi, Tifatul Sembiring pun juga berharap agar kualitas pemberitaan, penayangan dan pemberian informasi yang sudah terjaga baik pada Lebaran terdahulu tetap harus dipertahankan dan sedapat mungkin ditingkatkan untuk lebih informatif, edukatif dan merata. Secara khusus Menteri Kominfo mengatakan: €œKami memang tidak dalam kapasitas untuk menilai dan mengevaluasi dan menilai konten penyiaran, karena itu kewenangannya Komisi Penyiaran Indonesia. Tetapi yang kami inginkan adalah agar segala informasi yang disiarkan oleh seluruh lembaga penyiaran hendaknya kondusif dengan situasi yang ada .

Dalam apel tersebut, selain melepas keberangkatan tim rombongan BRTI dan para penyelenggara telekomunikasi yang akan melakukan pengecekan kualitas layanan telekomunikasi ke beberapa tujuan kota yang nantinya diperkirakan berpotensi menjadi area kemacetan arus mudik, Tifatul Sembiring juga sempat mencanangkan pengiriman SMS secara broadcast dengan pesan "JANGAN GUNAKAN PERANGKAT TELEKOMUNIKASI SAAT MENGEMUDIKAN KENDARAAN, KARENA DAPAT MENYEBABKAN KECELAKAAN LALU LINTAS." Pengiriman pesan himbauan tersebut didasarkan pada kenyataan, bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas saat mudik Lebaran masih cukup tinggi. Ini adalah suatu kondisi yang tentu saja sangat memprihatinkan, dimana seharusnya orang mudik adalah untuk merayakan bersama suasana Idul Fitri, tetapi faktanya ada sebagian warga masyarakat yang terkena musibah kecelakaan lalu lintas dan faktanya salah satu kontribusi penyebab kecelakaan adalah dari penggunaan perangkat telekomunikasi saat mengemudikan kendaraan. Oleh karenanya, Menteri Kominfo menghimbau para penyelenggara telekomunikasi untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat, bahwa menggunakan telefon saat mengemudikan kendaraan itu dilarang atas dasar UU Lalu Lintas dan Jalan Raya serta UU Telekomunikasi. Sosialisasi ini tidak hanya karena menjelang Lebaran ini saja, tetapi seterusnya pasca Lebaran.

Beberapa hal penting yang perlu disampaikan oleh Kementerian Kominfo terkait dengan persiapan jajarannya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1433 H adalah sebagai berikut:

  1. Pada tanggal 16 Juli 2012 Menteri Kominfo telah mengadakan acara breakfast meeting dengan seluruh mitra kerja Kementerian Kominfo. Dalam acara di Kementerian Kominfo tersebut, Menteri Kominfo secara khusus sudah mengingatkan kepada seluruh mitra kerja Kementerian Kominfo untuk melakukan berbagai upaya persiapan jelang bulan Ramadhan dan Perayaan Idul Fitri 1 Syawal 1433 sesuai dengan tugas pokok masing-masing penyelenggara (baik, pos, telekomunikasi dan penyiaran).
  2. Pada tanggal 31 Juli 2012 Menteri Kominfo (berdasarkan surat Menteri Kominfo No. 442/M.Kominfo/07/2012) telah mengirimkan surat kepada seluruh pimpinan penyelenggara telekomunikasi dengan tujuan selain memerintahkan pengiriman SMS broadcast yang pesannya seperti tersebut di atas, juga melakukan berbagai upaya untuk sosialisasi larangan penggunaan perangkat telekomunikasi saat mengemudi dengan cara: a. Pemasangan peringatan tidak berponsel saat berkendaraan pada kemasan kartu perdana dan atau isi ulang layanan seluler dan FWA; b. Pencantuman peringatan tersebut pada iklan luar ruang dan berbagai media massa; c. Edukasi kepada masyarakat dalam berbagai kegiatan program kegiatan sosialisasi publik.

    Sebagai informasi, kecelakaan lalu lintas jalan di Indonesia saat ini cenderung terus cukup mencemaskan. Tahun 2011, rata-rata korban tewas akibat kecelakaan sebanyak 68 orang per hari. Belum lagi ratusan korban luka-luka . Angka-angka tersebut cukup tinggi jika dibandingkan dengan kematian yang disebabkan oleh non-penyakit. Ironisnya, faktor manusia menjadi pemicu dominan terjadinya kecelakaan lalu lintas jalan. Dari keseluruhan faktor manusia, dua pemicu utamanya adalah faktor kelengahan dan faktor ketidak-disiplinan. Keduanya terkait dengan perilaku berkendaraan. Artinya, tren kehidupan masyarakat kota dengan segala problemanya bakal mempengaruhi gaya berkendara. Salah satunya, aktifitas berponsel. Berikut ini data mengenai sebab-sebab terjadinya kecelakaan untuk data tahun 2009 dan 2010 berdasarkan laporan dari Polda Metro Jaya tahun 2010.

Penyebab Kecelakaan

Tahun 2009 (%)

Tahun 2010 (%)

Fluktuasi (%)

Lengah

35,82

37,10

22,37

Tidak Tertib

35,96

36,40

19,56

Tidak Terampil

22,39

15,81

-16,56

Ngebut

1,78

3,61

138,93

Lelah

1,91

2,16

33,88

Mengantuk

1,83

1,94

25,00

Sambil Menelpon

0,14

1,67

1.288,88

Mabuk

0,17

1,31

790,90

Data Polda Metro Jaya menyebutkan, angka kecelakaan lalu lintas jalan yang dipicu pemakaian ponsel meningkat sekitar 1.200% pada 2010 jika dibandingkan 2009. Padahal, U U No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) melarang kegiatan berponsel saat berkendara an karena bisa mengganggu konsentrasi. Pelanggaran atas larangan itu ada ancaman sanksi pidana kurungan tiga bulan penjara atau denda maksimal Rp 750 ribu.

Masalah untuk mengatasi tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas sesungguhnya bukan ranahnya Kementerian Kominfo secara langsung, namun merupakan kewenangannya secara langsung Kementerian Perhubungan dan Kepolisian RI. Namun karena perilaku menggunakan perangkat telekomunikasi saat mengemudikan kendaraan cukup tinggi, maka Kementerian Kominfo mendorong seluruh stake holde-nya (penyelenggara telekomunikasi) untuk menyosialisasikan perilaku berkendaraan yang aman dan selamat. Termasuk, menghentikan perilaku berponsel saat mengemudikan kendaraan. Larangan seperti ini sudah sangat lazim di luar negeri.

  1. Khusus untuk pengecekan jaringan kualitas layanan telekomunikasi oleh tim rombongan BRTI dan para penyelenggara telekomunikasi mulai pada tanggal 6 Agustus 2012 ini mengambil tujuan 4 kota (Jakarta ke arah Cirebon dan Pemalang; Jakarta ke arah Cileunyi, Nagrek, Garut dan Tasikmalaya; Jakarta ke arah Merak dan Bandar Lampung; serta Semarang ke arah Yogyakarta, Solo, Madiun dan Surabaya). Pengetesan tersebut sengaja dilakukan beberapa hari sebelum Lebaran, karena dimaksudkan untuk mengetahui keberhasilan panggilan telefon (dan sebaliknya juga kemungkinan dropped call), blocked call dan rata-rata lamanya pengiriman SMS. Pengecekan juga dilakukan untuk wilayah Sumatera, Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur mengingat tingkat pergerakan masyarakat untuk mudik juga cukup tinggi.
  2. Kepada para penyelenggara telekomunikasi ini, Kementerian Kominfo dan BRTI melalui pengetesan jaringan ini para penyelenggara telekomunikasi dituntut untuk memberikan jaminan komitmen: 1) Memberikan layanan terbaik jelang, saat maupun sesudah Hari Raya Idul Fitri 1432; 2) Tidak melakukan perubahan sistem yang dapat berpotensi mengganggu kualitas layanan sejak H-7 hingga H+7; 3) Menyiapkan tim yang siap sedia selama 24 jam untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang menyebabkan penurunan kualitas pelayanan; 4) Menyediakan posko-posko mudik di jalur mudik agar pemudik tetap dapat mendapat layanan telekomunikasi seperti membeli voucher pulsa maupun beristirahat.
  3. Kementerian Kominfo dan BRTI menyampaikan himbauan kepada masyarakat: 1) Meskipun setiap orang berhak sepenuhnya saling bertelekomunikasi , namun disarankan untuk dapat menggunakan layanan telekomunikasi secara efisien: 2) Bilamana jaringan yang digunakan sedang penuh, baik itu di sisi pengguna maupun di sisi lawan bicara, disarankan untuk menunggu beberapa saat sebelum mencoba menghubungi lagi guna menghindari jaringan menjadi overload; 3) Dalam mengirimkan SMS ucapan Selamat Hari Raya hendaknya tidak dilakukan secara broadcast ke semua handai taulan, kerabat maupun relasi, namun sebaiknya bertahap karena antrian di SMS Gateway diperkirakan akan sangat tinggi mengingat saat ini pengguna telepon seluler dan FWA telah mencapai angka di atas 200 juta nomor yang digunakan; 4) Penggunaan data internet hendaknya dilakukan juga secara efisien dan produktif untuk mengakses hal-hal yang penting saja guna menghindari kepadatan trafik data, meskipun Kementerian Kominfo, BRTI dan para penyelenggara telekomunikasi sudah mengantisipasi peningkatan penggunaan layanan internet, khususnya dengan menggunakan media sosial.
  4. Untuk menghindari kemungkinan maraknya penipuan melalui SMS, internet dan layanan telekomunikasi lainnya, Kementerian Kominfo menghimbau masyarakat untuk serius mewaspadainya. Dan jika ada persoalan diminta untuk menyampaikan laporan dan pengaduannya ke contact center BRTI 159 dan seluruh penyelenggara telekomunikasi. Dengan adanya contact center tersebut, masyarakat yang merasa berkepentingan dapat menggunakannya (meskipun tetap harus diverifikasi) tanpa dipungut biaya dari seluruh layanan operator yang ada (kecuali layanan Bakrie Telecom yang baru membuka untuk DKI Jakarta).
  5. Kementerian Kominfo juga memperoleh laporan, bahwa seluruh stasiun televisi (khususnya TVRI dan 10 penyelenggara penyiaran televisi swasta dan televisi lokal) dan RRI serta beberapa lembaga penyiaran radio swasta secara khusus (seperti tahun-tahun yang lalu) mengadakan pemberitaan dan monitoring baik secara live maupun dalam bentuk berita siaran tunda untuk menginformasikan beberapa lokasi strategis yang sering menjadi sentra mudik Lebaran. Kepada seluruh lembaga lembaga penyiaran televisi dan radio tersebut, Kementerian Kominfo menghimbau untuk memberikan informasi petunjuk mudik Lebaran, khususnya menghadapi kemacetan pada saat-saat dan lokasi-lokasi tertentu dan berbagai informasi penting lainnya.
  6. Dalam suasana Lebaran tahun 2011 ini diperkirakan akan terjadi lonjakan trafik telekomunikasi yang cukup signifikan. Berikut ini ada gambaran secara random dari beberapa penyelenggara telekomunikasi yang telah menyampaikan datanya sebagai bahan perbandingan.

PT Telkomsel

Layanan

Trafik Lebaran 2011

Trafik Hari Normal 2012

Proyeksi Trafik Lebaran 2012

SMS

1,2 miliar SMS

890 J uta SMS

1,3 M il y ar SMS

MMS

2,23 juta MMS

1,2 Juta MMS

2,4 J uta MMS

Suara

1,03 miliar menit

1,08 mil y ar menit

1,15 M i ly ar menit

Data

101 terabyte

130 T erabyte

160 T erabyte

BlackBerry Services

2,3 Gbps

5,5 G bps

7,0 Gbps

PT. Indosat

No

Trafik

Reguler 2011 (M-1 before Ramadhan)

Lebaran 2011 (tertinggi)

Reguler 2012 (M-1 before Ramadhan)

Prediksi Lebaran 2012

Kapasitas 2012

1.

Suara

321.6 juta menit

412.3 juta menit (D-1), naik 28.2% dari trafik reguler

384.04 juta menit

499.3 juta menit atau naik 30% dari trafik reguler

924 juta menit/hari, meningkat 140.6% dibanding trafik reguler

2.

SMS

720,14 juta SMS

958.5 juta SMS (D-1), naik 33.1% dari trafik reguler

862.01 juta SMS

1163.7 juta SMS atau naik 35% dari trafik reguler

1400 juta SMS/hari atau meningkat 62.41 % dibanding trafik reguler hari biasa

3.

Data

25.8 Terabyte

30.1 Terabyte (D-7), naik 16.6% dari trafik reguler

40.3 Terabyte

48.4 Terabyte atau naik 20% dari trafik reguler

120 Terabyte/hari atau meningkat 197.5 % dibandingkan dengan trafik reguler hari biasa

PT XL Axiata

Layanan

Lebaran 2010

Lebaran 2011 Dibanding Hari Biasa

Kondisi Normal Sehari-hari

Perkiraan Lebaran 2012

Voice

H-1: 600 juta menit

H-1 : 640 juta menit (naik 20,8%)

600 juta menit

naik sekitar 20% - 30%

-

H: 670 juta menit

H : 620 juta menit (naik 17%)

-

-

SMS

H-1: 645 juta SMS

H-1 : 800 juta SMS (naik 27%)

660 juta SMS

Naik sekitar 20% - 30%

-

H: 587 juta SMS

H : 780 juta SMS (naik 23,8%)

-

-

Data

H-1: 11,5 terabytes

H-1 : 38,5 terabytes (naik 16,7)

52 terabytes

Naik sekitar 20% - 30%

PT Telkom

Layanan

Satuan

Kondisi Normal 2011

Kondisi Lebaran 2011

Kondisi Normal 2012

Kondisi Lebaran 2012

Kenaikan Terhadap Harian

Kenaikan Terhadap Tahun Lalu

SMS

juta

33.1

41.7

22.5

28.3

26%

-32%

Voice

juta call

26.6

22.1

26.8

24.5

-9%

11%

Data

terabyte

14.6

15.2

26.5

27.5

4%

81%

---------------

Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo (Gatot S. Dewa Broto, HP: 0811898504, Email: gatot_b@postel.go.id , Tel/Fax: 021.3504024).

Sumber ilustrasi: us.images.detik.com/content/2012/08/06/328/tifapel460.jpg.

Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `SDPPI Digital Assitant`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS-Fest 2024`