SIARAN PERS NO. 90/HM/KOMINFO/12/2016
“Telepon Pertama” Menteri Komunikasi dan Informatika di BTS Desa Kantuk Asam, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat


Siaran Pers

Kementerian Komunikasi dan Informatika

No. 90/HM/KOMINFO/12/2016

Tentang

“Telepon Pertama”Menteri Komunikasi dan Informatika di BTS Desa Kantuk Asam,

Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat

Jakarta, Kominfo- – Dalam rangka peresmian BTS di daerah blankspot yaitu Perbatasan Indonesia-Malaysia di Desa Kantuk Asam, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Menteri Komunikasi dan Informatika akan melakukan telepon pertama menggunakan fasilitas telekomunikasi.

Penyediaan BTS oleh Kementerian Kominfo di daerah blankspot merupakan salah satu program USO (Universal Service Obligation/Kewajiban Pelayanan Universal) di bidang telekomunikasi dan informatika yang dibangun dengan menggunakan dana USO yang dikelola oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI).

BP3TI, Kementerian Kominfo menargetkan hingga Desember 2016 akan terbangun 147 BTS dimana 52 BTS di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia tersebar di Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Sampai pertengahan Desember 2016 sejumlah 20 BTS, sisa 32 BTS lainnya ditargetkan live pada akhir Desember 2016.

Penyedian BTS didaerah blankspot merupakan usulan dari pemerintah daerah dan diimplementasikan melalui kerjasamaantara BP3TI, Pemda, perusahaan penyediaan transimisi, power dan tower serta operator seluler. Mekanisme kerjasama yang digunakan adalah melalui sewalayanan, di mana BP3TI membiayai layanan transmisi, power dan tower sedangkan Pemda meminjamkanlahan,dan operator selular (PT. Telkomsel. ) menyediakan dan mengoperasikan perangkat BTS.

Saat melakukan panggilan telepon pertama/ panggilanpercobaan (test call) ke BTS blankspot yang berada di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Menkominfo Rudiantara didampingi Bupati Kapuas Hulu.Panggilan tersebut menjadi symbol diresmikannya BTS serta menguji sinyal telekomunikasi antara dua BTS.

Pembangunan sarana telekomunikasi dan informatika di wilayah perbatasan diharapkan Menteri Rudiantara dapat memperkuat desa-desa dan daerah-daerah dalam kerangka negara persatuan. Pembangunan BTS di daerah blankspot merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membangun ketersediaan infrastruktur layanan akses telekomunikasi yang menghubungkan seluruh daerah di Indonesia. Pembangunan sarana telekomunikasi dan informatika di wilayah perbatasan sesuai dengan amanat poin ketiga Nawa Cita, yaitu membangun Indonesia dari pinggir dengan memperkuat desa-desa dan daerah-daerah dalam kerangka negara persatuan.

Selain itu, pembangunan ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur publik, khususnya sektor telekomunikasi. Menteri Komunikasi dan Informatika, sesuai dengan Rencana Strategis kementerian Komunikasi dan Informatika 2015-2019, berharap pada tahun 2019 sudah terbangun 625 BTS di daerah blankspot.

Jakarta, 27 Desember 2016

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat

Noor Iza

Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo (Noor Iza, email noor.iza@kominfo.go.id, HP 0811.978.1518. tel fax : 021-3504024)

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `Sistem Informasi Data Statistik`
Banner `Infografis`