Balmon Tertibkan Perangkat Nirkabel Pengganggu Radar BMKG

Gangguan Radar BMKG di Sumatra

Medan (SDPPI) – Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Medan telah menghentikan operasional delapan perangkat nirkabel pada pita 5.8 GHz yang mengganggu (interferensi) Radio Detection and Ranging Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (Radar BMKG).

Asal gangguan dari wireless local area network (WLAN) dan wireless CCTV, yang tersebar di Kabupaten Deli Serdang (360 dan 45 ), Langkat berbatasan dengan Aceh Tamiang (315 ), dan Tanah Karo (180 ). “Penertiban akan terus berlanjut dengan tahapan yang lebih komprehensif,” kata Kepala Balmon Medan Syamsul Huda, melalui siaran persnya, Kamis (16/7/2020).

Interferensi yang disebabkan oleh perangkat nirkabel ini menjadi perhatian serius Balmon Medan selama dua pekan terakhir. Penanganan gangguan dilakukan sebagai tindaklanjut pengaduan Balai Besar BMKG Wilayah I Medan pada 25 Juni 2020.

Berdasarkan identifikasi dan observasi lapangan, ditemukenali gangguan disebabkan interferensi penggunaan frekuensi 5.8 GHz untuk keperluan komunikasi data dan kamera pengawas nirkabel, yang dilakukan perorangan, kegiatan usaha peternakan serta penyedia jasa internet.

Selain penindakan, upaya pencegahan dalam bentuk sosialisasi secara masif melalui berbagai saluran komunikasi, seperti media sosial, media penyiaran, virtual meeting, bahkan forum diskusi dengan penggiat komunitas 5.8 GHz, juga kita lakukan, agar pesan ini sampai kepada masyarakat, kata Syamsul Huda.

Pertemuan dengan pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Sumatera Utara, Rabu (15/7/2020), menjadi awal upaya mengajak ekosistem usaha, penyelenggara dan penyedia jasa internet, untuk turut serta menjaga ketertiban dalam pemanfaatan spektrum frekuensi radio, khususnya WLAN di Sumatera Utara.

Selanjutnya, Balmon Medan berencana bertemu pengurus Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo), Asosiasi Pengusaha Warnet Indonesia (APWI), komunitas penyedia kamera CCTV, dan komunitas teknisi yang biasa mengerjakan instalasi jaringan komunikasi data, baik yang tergabung dalam internet service provider (ISP) maupun teknisi freelance.

Keberadaan Radar BMKG sangat dibutuhkan untuk menggambarkan kondisi cuaca dan potensi intensitas curah hujan di suatu wilayah, termasuk untuk kepentingan navigasi penerbangan. Data yang dihasilkan Radar BMKG dapat terganggu bila ada pancaran frekuensi lain atau interferensi pada rentang 5600-5650 MHz. Akibatnya, radar tidak dapat membaca produk reflectivity adanya partikel air di udara secara tepat. Radar dapat bekerja dengan jangkauan terjauh sampai 240 kilometer.

(Sumber : B. Supriadi / F. Sitorus UPT Medan)

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS Fest 2020`