Dirjen SDPPI Inspektur Upacara HUT RI di Balmon Bandung

Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail  menjadi Inspektur pada upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia, di  Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/8).

Bandung (SDPPI) - Bukan dengan pesawat tempur, kapal perang, dan tank-panser kita merebut kemerdekaan. Bukan dengan emas permata yang tinggal petik di pohon, kita angkat ekonomi dari keterpurukan. Bukan dengan todongan bedil, kita satukan wilayah-wilayah negeri yang terancam berserakan. Pada saat itu, 17 Agustus 1945, 74 tahun lalu, kita hanya punya semangat dan satu-satunya pemikiran untuk kemerdekaan. Dan tentu saja ridho Tuhan.

Demikian sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang dibacakan Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Ismail sebagai Inspektur pada upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 Republik Indonesia, di halaman Kantor Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/8).

Kini, 74 tahun kemudian, generasi baru lahir dalam buaian teknologi digital. Akses ke manapun ke ujung dunia ini semua ada dalam genggaman. “Kita dihadapkan pada sejuta pilihan. Terbuka luas ruang belajar, banyak pula godaan untuk hanya mengejar hiburan. Lanskap ekonomi berubah dengan tiba-tiba. Ekonomi disebut-sebut sedang menuju era ketidakpastian, disrupsi, dan revolusi. Mereka yang menguasai teknologi dan cara bisnis yang baru memimpin di depan. Semoga kita waspada dan dapat merespons dengan penuh kesigapan dan kejelian,” katanya.

Menkominfo juga mengajak di hari peringatan kemerdekaan ini, mari serap kecemerlangan dan semangat para pemuda pahlawan penduhulu. “Kita telikung keterbatasan agar justru menjadi kesempatan. Kita ubah lanskap ekonomi, mumpung sedang dalam tikungan menuju digital. Ekonomi digital memberi kita ruang untuk berusaha dengan cara-cara yang sama sekali baru. Tidak ada perbedaan antara muda tua, kaya duafa, warga kota warga desa, kuliah putus sekolah. Kecuali oleh mimpi dan kebaruan gagasan.”

Pada akhir sambutannya, Menkominfo menyampaikan, jika generasi pejuang kemerdekaan, generasi era kolonial, yang penuh keterbatasan bisa. Maka tak ada alasan bagi generasi kemerdekaan, generasi millennial, generasi Y, generasi Z, yang sudah diwarisi zamrud khatulistiwa ini, untuk tidak bisa. “Tak ada yang mustahil, tak ada yang tak mungkin, jika kita bercermin pada para pahlawan yang bertaruh nyawa untuk kemerdekaan Indonesia. Mari merdekakan bangsa menuju kejayaan digital. Kita tak nihil dalam hal sumber daya manusia yang unggul. Namun kita butuh melipatgandakan jumlahnya, meningkatkan kapasitasnya, menggelitik inovasinya, dan memompanya dengan semangat baru. Agar menjadi bahan bakar yang memadai untuk menerbangkan roket ekonomi digital tinggi ke angkasa.”

Bersamaan dengan upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun Ke-74 RI, Dirjen SDPPI Ismail menyerahkan penganugerahan tanda kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 14 ASN Balai Monitor Kelas I Bandung dengan penerima enam ASN 30 tahun masa kerja dan delapan ASN 10 tahun masa kerja. Penerima Satyalencana Karya Satya dengan 30 tahun masa kerja diantaranya Kepala Balai Monitor Kelas I Bandung Zainuddin Kalla, Kasubag Tata Usaha dan Rumah Tangga Balai Monitor Kelas I Bandung Dradjanti Dian Ariyati serta Kasi Sarana dan Pelayanan Balai Monitor Kelas I Bandung Titi Supriyatmi.

Upacara bendera juga dihadiri oleh tamu undangan diantaranya ORARI Jawa Barat, RAPI Jawa Barat, APJI Jawa Barat, PRSSNI Jawa Barat, ARSSI Jawa Barat, XL Axiata, Smartfren, Indosat, Net One, dan seluruh sivitas Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Bandung.

Di akhir acara, Dirjen SDPPI menyampailkan hari kemerdekaan adalah momentum untuk meningkatkan semangat di era yang sudah berubah. Kemkominfo adalah lembaga yang terdepan, lembaga yang harus bisa menjadikan contoh untuk bisa mengikuti perkembangan tersebut. “Jadi saya ingin mengajak bapak ibu sekalian untuk terus belajar. Jangan lupa belajar itu tidak pernah berhenti katanya,” kata Dirjen SDPPI.

Dirjen juga menggarisbawahi bahwa mimpi dari pembangunan nasional adalah pembangunan manusianya. “Jadi apapun yang kita lakukan kegiatan selama ini melayani masyarakat dengan memberikan layanan yang terbaik itu ujung-ujungnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup manusianya,” tandasnya.

Sumber/Foto : Iwan

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `IFaS Fest 2019`
Banner `eKinerja`
Banner `Sistem Informasi Data Statistik`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `Infografis`