Dirjen SDPPI : People and Process merupakan Kunci IoT Terimplementasi

Dirjen SDPPI Ismail menyampaikan paparan tentang Tantangan Internet of Things di ITB Bandung (18/3/2019).

Bandung (SDPPI) - “IoT tidak hanya berbicara mengenai teknologi dan hal teknis lain seperti frekuensi dan standardisasi, namun yang terpenting adalah tentang people and process.” seru Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Ismail, pada seminar Future Digital Economy Conference. IoT harus benar-benar bisa memperlihatkan manfaatnya kepada calon pengguna. Calon pengguna harus diyakinkan bahwa IoT bisa mengurangi cost dan meningkatkan efisiensi. Bukti inilah yang menjadi modal agar calon pengguna mau menggunakan teknologi ini, tambah Ismail.

Menjadi pembicara dalam seminar yang diadakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (18/3/2019), Ismail juga menyampaikan bahwa untuk saat ini diperlukan banyak effort agar pelaku bisnis di semua bidang bisa mengetahui mengenai IoT dan juga manfaatnya. Diperlukan banyak konsultan agar tantangan people and process ini bisa diselesaikan.

Dalam kesempatan ini, Dirjen SDPPI menuturkan bahwa kolaborasi merupakan sebuah keniscayaan agar IoT dapat berkembang di Indonesia. Semua pemangku kepentingan baik akademisi, industri, masyarakat, dan pemerintah harus terlibat dalam porsinya masing-masing secara serentak agar ekosistem IoT bisa tumbuh dan berkembang. Dalam hal ini, pemerintah mulai berperan aktif tidak hanya sebagai regulator namun juga fasilitator dan akselerator. “Regulasi mengenai standardisasi dan frekuensi telah selesai disusun dan akan segera diundangkan. Jika regulasi sudah dibuat lalu pemerintah diam saja, bisnis akan tetap berjalan namun Indonesia akan sulit menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Kehadiran pemerintah diperlukan agar industri dalam negeri dapat berkembang.” tegas Ismail.

Selain itu, dalam acara yang diselenggarakan oleh ITB dan Indosat Ooredoo ini, Ismail menyampaikan bahwa tantangan lain yang harus diselesaikan saat ini adalah tentang bagaimana membuat model bisnis yang inovatif di era sharing economy seperti model bisnis gojek. Tantangan yang juga harus diatasi adalah pengembangan digital talent. Digital talent mutlak dibutuhkan agar demand tinggi yang muncul dari berkembangnya ekonomi digital ini dapat diimbangi oleh supply yang cukup.

Selain agenda seminar dan talkshow, IoT Innovation Lab juga diluncurkan dalam acara Future Digital Economy Conference oleh Menteri Perindustrian, Dirjen SDPPI, dan Rektor ITB. Peluncuran ini juga dilakukan di Jakarta secara bersamaan yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

(Kamal Dwi Jatmoko, Dit. Standardisasi)

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `Sistem Informasi Data Statistik`
Banner `Infografis`