Ditjen SDPPI Ciptakan Talenta Digital Mumpuni

Sekretaris Direktorat Jenderal SDPPI, Wayan Toni Supriyanto memberi sambutan pada penutupan orientasi CPNS Ditjen SDPPI di Bandung, Sabtu (25/02/2023).

Bandung (SDPPI) – Masifnya perkembangan transformasi digital di Indonesia harus berjalan lurus dengan kualitas SDM yang dimiliki, setidaknya Indonesia membutuhkan 9 juta talenta digital dan Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) sedang mempersiapkan itu.

“Setidaknya ada tiga kemampuan yang diperlukan, yaitu mengelola intrapersonal skill, critical thinking, kemampuan berkomunikasi secara insertive dengan cara bisa menyampaikan informasi secara terstruktur dan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara”, ujar Sekretaris Jenderal SDPPI, Wayan Toni Supriyanto, Sabtu (25/02/2023).

Menurutnya pelatihan ini merupakan sebuah investasi masa depan baik bagi individu dan instansi. “Karir saudara-saudara sekalian baru bermula, sehingga pembekalan ini patut disyukuri dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tetap terus mengasah kemampuan karena tidak cukup hanya sampai pelatihan ini saja. Jadi tetap terus tingkatkan kemampuan dengan belajar dari rumah maupun bekerja dari rumah”, sambungnya.

Hadir pada kegiatan yang sama Deputi SGM TCUC Arif Rudiana menyampaikan kepada seluruh peserta pelatihan bahwa saat ini Indonesia setidaknya membutuhkan 9 juta talenta digital dan ini merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi bangsa.

“Perjuangan ini merupakan sebuah pondasi untuk menjadi diri yang lebih baik. Mari kembangkan diri kita sebagai seorang talenta yang mampu menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di bangsa ini “tegasnya.

Pada kesempatan ini juga, hadir menyampaikan laporan Letkol CHB Yusuf Jazuli dan Brochardus Tjandrawidjaja selaku Capabilty Account Management TCUC di kegiatan penutupan orientasi training CPNS Ditjen SDPPI yang dilaksanakan di Telkom Coorporate University, Bandung.

Letkol CHB Yusuf Jazuli mengatakan bahwa skil yang diberikan selama kegiatan ini adalah untuk memberikan skill pengetahuan dan jasmani, agar terbentuk postur seorang pegawai yang tangguh, disiplin serta memiliki jiwa dan semangat kebangsaan yang tinggi sesuai dengan norma yang berlaku di Lembaga.

“Terdapat beberapa sasaran bidang yaitu dibidang sikap dan perilaku, memiliki karakter dan integritas, jujur, tanggung jawab yang tinggi, sikap loyal yang tangguh dan pantang menyerah. Sementara bidang pengetahuan militer membentuk wawasan kebangsaan, pengetahuan pembangunan karakter, organisasi manajemen, pengembangan kesehatan dan cegah radikalisme dan narkoba. Lalu untuk jasmani, memiliki jasmani yang prima untuk setiap tugas yang diberikan”, ucapnya.

Kemudian, Brochardus Tjandrawidjaja selaku Capabilty Account Management TCUC juga menyampaikan bahwa secara konsep apa yang terjadi di corporate university, perpaduan antara behaviour, knowledge dan value, dimana tidak hanya disampaikan value berakhlak dalam program kita, tapi juga dipadukan dengan behavior dan knowledge.

Tujuan dari program ini adalah menjadikan ASN Kominfo sejalan dengan visi misi dan core value berakhlak, untuk meningkatkan kemampuan ASN agar mampu menjalankan peran dan tanggung jawabnya yang sejalan dengan visi misi core value nya.

“Maka goalnya setelah mengikuti 14 hari program pelatihan, peserta diharapkan mampu menunjukkan kapabilitas dirinya sebagai individu yang disiplin, kolaboratif, adaptif, mampu berpikir kritis dan memiliki empati. Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan memiliki, kesetiaan tertinggi pada negara dan bangsa, mampu menerapkan core value akhlak, memiliki purpose dalan bekerja, mampu beradaptasi di lingkungan kerja dan mampu bersikap kritis”, tutupnya.

(Sumber/Foto: Karina/Alifa, Setditjen)

Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `SDPPI Digital Assitant`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS-Fest 2024`