Radio Bersertifikat, Nelayan Aman Melaut di Masa Pendemi

Peserta sosialisasi didampingi petugas Balmon Palu saat mengoperasikan perangkat telekomunikasi pada legiatan Sosialisasi dan Bimtek Sertifilasi Operator  Radio (SOR). Donggala, ( 31/08/2021)

Palu (SDPPI) – Dukung nelayan Donggala tetap aman beraktivitas di laut selama masa pandemi, Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Palu menggelar sosialisasi pentingnya penggunaan frekuensi dan perangkat radio yang bersertifikat memenuhi standar maritim.

“Pentingnya penggunaan perangkat maritim yang memenuhi standar dan tatacara komunikasi adalah untuk menghindari terjadinya gangguan frekuensi serta sebagai langkah antisipasi awak kapal nelayan dalam kondisi darurat jika terjadi kecelakaan di laut,” jelas Kepala Balmon Palu Hermanto dalam sambutan Sosialisasi dan Bimtek Sertifikasi Operator Radio (SOR), Selasa (31/8/2021).

Kegiatan yang berlangsung di Oasis Convention Centre Donggala tersebut merupakan Program Maritim on the Spot (MOTS), sebuah terobosan layanan publik dari Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Balmon Palu, sebagai unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen SDPPI di daerah, membuka loket pelayanan perizinan radio maritim di Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah. Dalam rangkaian MOTS ini, digelar Sosialisasi dan Bimtek Sertifikasi Operator Radio (SOR) untuk nelayan. Tujuannya mengedukasi masyarakat nelayan dalam penggunaan alat komunikasi radio secara benar, serta menggunakan frekuensi sesuai peruntukan.

Hermanto menjelaskan, jika dalam pengoperasian alat komunikasi para awak kapal tidak dilengkapi pengetahuan dan keahlian yang cukup, tidak menutup kemungkinan terjadi kesalahan penggunaan yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap pengguna frekuensi lain. Beberapa kasus gangguan frekuensi penerbangan yang terjadi selama ini diduga berasal dari pengguna frekuensi kapal nelayan yang menggunakan perangkat radio tidak bersertifikat dan frekuensi tidak sesuai peruntukan.

Sementara itu, di masa pandemi ini, usaha sektor perikanan harus terus berjalan guna menggerakkan roda perekonomian. “Ini berarti puluhan ribu kapal nelayan yang tetap berlayar sudah pasti menggunakan alat komunikasi. Perangkat komunikasi dioperasikan oleh awak kapal baik itu nahkoda maupun ABK,” katanya.

Bimtek Sertifikasi SOR diikuti 30 peserta yang terdiri dari dua pemilik kapal, 23 nakhoda, tiga operator radio, serta masing-masing satu teknisi dan ABK. Diharapkan, peserta memperoleh pemahaman pentingnya menggunakan perangkat radio bersertifikat dan memenuhi standar marine.

Sumber/Foto : Rajawati, UPT Palu

Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `SDPPI Digital Assitant`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS Fest 2021`
-->