SDPPI Sukses Kawal Frekuensi Superbike

Seorang Pengendali Frekuensi Radio sedang melakukan monitoring frekuensi radio di arena balap WSBK, Senin (13/11/2022).

Mataram (SDPPI) – Sepanjang pelaksanaan World Superbike (WSBK) Mandalika 2022 berlangsung, sejak 8 hingga 13 November 2022, tidak ada gangguan berarti dalam penggunaan spektrum frekuensi radio (SFR).

“Selama WSBK berlangsung, tim monitoring siaga di lima lokasi yang mampu meng-cover seluruh areal Sirkuit Mandalika,” kata Kepala Balai Monitor Kelas II Mataram Kasno, Minggu (13/11/22), usai ajang internasional itu.

Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), di bawah kendali Direktorat Pengendalian SDPPI, melakukan pengawasan dan pengendalian penggunaan SFR. Pembagian dan penyebaran tim dilakukan untuk memudahkan melakukan mitigasi dan pergerakan jika terjadi gangguan SFR.

Tim Monitoring Ditjen SDPPI, yang dipimpin langsung oleh Direktur Pengendalian SDPPI, dibantu delapan UPT, melakukan monitoring sepanjang pekan. Pengawasan dilakukan terhadap penggunaan SFR oleh penyelenggara kegiatan, yakni MGPA dan Dorna. Penyelenggara memanfaatkan SFR untuk kebutuhan komunikasi radio, Telemetry, On Board Camera Unit (OBCU), Handheld Camera, Race Control, Time Keeping, LED Flag, Drone, Frekuensi Satelit dan Seluler untuk kebutuhan komunikasi selama event.

Tim selalu berkoordinasi dan kolaborasi dengan stakeholder terkait mulai dari penyelenggara (MGPA dan Dorna), Tim Drone Killer Brimob Polda NTB, Operator Seluler, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB, Korem 162/Wirabhakti,Polda NTB dan stakeholder terkait.

“Selama penyelenggaraan event, terjadi beberapa kasus menurunnya kualitas gambar di beberapa titik tikungan, dengan persiapan dan pengalaman yang matang dari Tim monitoring hal ini dapat diselesaikan dengan cepat, sehingga tidak mengganggu jalannya balapan dan siaran langsung di televisi,” ucap Kabalmon Mataram.

Lebih lanjut, ia menjelaskan di balik suksesnya pengawasan dan pengendalian SFR selama penyelenggaraan event, tentunya ada beberapa kendala yang dihadapi tim. Salah satunya perangkat komunikasi dan kontrol yang digunakan oleh pihak penyelenggara yang dipasang H-2 sebelum digunakan balapan, sehingga tim Ditjen SDPPI hanya memiliki waktu singkat untuk mempelajari karakteristik perangkat tersebut, guna memitigasi potensi gangguan yang mungkin terjadi.

“Karena event WSBK dan MotoGP dilaksanakan secara regular setiap tahun di Sirkuit Mandalika, maka diharapkan ke depannya pihak penyelenggara dapat melakukan persiapan lebih awal terkait dengan proses Izin Stasiun Radio (ISR) dan pemasangan perangkat yang digunakan,” harapnya.

Pada Akhirnya tolok ukur suksesnya pengawasan dan pengendalian penggunaan SFR untuk event penting WSBK 2022 adalah komunikasi yang lancar, race control normal dan siaran di televisi yang bersih dan jernih sudah dapat dicapai. “Hal ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi bersama tim Ditjen SDPPI dan stakeholder terkait,” katanya.

(Sumber/ Foto : Fandi R/ Herlin, Setditjen/ Balmon Mataram)

Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `SDPPI Digital Assitant`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS Fest 2022`