2,3 Juta Nelayan Butuh Edukasi Komunikasi Radio

Kasubdit Sertifikasi Operator Radio Dodik Sudiyono menyerahkan rompi kepada salah seorang nelayan peserta kegiatan sosialisasi MOTS di Makassar (1/11/2019).

Jakarta (SDPPI) – Potensi jumlah awak kapal tangkap ikan Indonesia yang memerlukan edukasi mengenai pentingnya tertib berkomunikasi di tengah laut berjumlah sekitar 2.3 juta orang.

“Program bimbingan pelatihan serta Sertifikasi Operator Radio Maritim memerlukan sinergisitas, tidak hanya Ditjen SDPPI Kemkominfo saja, tetapi lintas instansi pemerintah yang merupakan Stakeholder lalu lintas pelayaran rakyat, seperti Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan, Basarnas dan lain-lain,” ujar Kepala Subdirektorat Sertifikasi dan Operator Radio Dodik Sudiyono, pada kegiatan Maritime on the Spot (MOTS) di Pelabuhan Perikanan Untia Makassar, Jumat (1/11/2019).

Direktorat Operasi Sumber Daya Ditjen SDPPI, pada tahun ini, menggelar MOTS sebagai pilot project di delapan Unit Pelaksana Teknis (UPT). Satu di antaranya yang digelar bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas I Makassar dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Pelabuhan Untia.

“Adanya pembukaan loket MOTS di delapan pilot project, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat, khususnya para nelayan terhadap keselamatan diri sendiri dan lingkungan sekitar menjadi meningkat, sehingga dapat mengurangi risiko dalam melaut dan sadar terhadap penggunaan alat komunikasi maritim yang berizin dan sesuai dengan peruntukannya,” jelas Dodik.

Gerakan Nelayan Sadar Frekuensi Radio ini akan dilakukan di 20 pelabuhan di 20 provinsi pada tahun 2020. Direktorat Operasi Sumber Daya telah melaksanakan uji coba program Bimbingan dan Pelatihan Operator Radio dan Sertifikasi Operator Radio secara jemput bola ke sejumlah lokasi di Indonesia.

Pada kegiatan bimbingan dan pelatihan tersebut, para awak kapal tangkap ikan diberikan materi edukasi oleh Instruktur yang telah memiliki Sertifikasi Training of Trainer (ToT) IMO Model Course 6.09 dalam waktu kurang lebih dua jam crash course. “Para nelayan yang telah mengikuti bimbingan dan pelatihan, telah dievaluasi dan dinyatakan lulus/layak, berhak mendapatkan Sertifikat Operator Radio Maritim,” ujar Dodik.

Sumber/foto : Mukhsin/Fandi

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `IFaS Fest 2020`