Balmon Manado Potret Utilitas Spektrum Frekuensi Radio

Grafik Pertumbuhan ISR di Manado

Manado (SDPPI) – Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Manado melakukan pemetaan spektrum frekuensi radio berdasarkan kondisi terkini untuk mengetahui potensi pemanfaatan di setiap wilayah Kabupaten/Kota di Sulawesi Utara.

"Peta potensi pemanfaatan spektrum frekuensi radio ini penting untuk menjawab kebutuhan komunikasi dan data dalam kegiatan usaha swasta maupun mendukung penyelenggaraan pemerintahan di daerah," kata Kapala Balmon Manado Syamsul Huda, melalui siaran persnya, Minggu (7/6/2020).

Dijelaskan, menyikapi pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara triwulan I Tahun 2020 tumbuh 4,27 %, dan pertumbuhan tertinggi dicapai oleh sektor informasi dan komunikasi, yakni 19.33%, Balmon Manado ingin mengambil peran dan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi wilayah dengan menjaga sumber daya spektrum frekuensi radio. "Ini merupakan bagian dari sistem dan infrastruktur telekomunikasi," kata kepala Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo).

Ia menjelaskan data monitoring sebaran dan tingkat okupansi frekuensi radio tidak merata di setiap wilayah Kabupaten/Kota. Secara berurutan okupansi frekuensi radio tertinggi ada di Kota Manado, Minahasa, Bitung, Minahasa Utara, Kotamobagu dan selanjutnya ada di kota lain.

"Data ini membuktikan korelasi intensitas antara penggunaan frekuensi dengan aktivitas ekonomi di suatu wilayah tertentu," jelas Syamsul Huda.

Profil peta sebaran dan okupansi ini memberikan gambaran tentang kepadatan pendudukan dan ketersediaan spektrum frekuensi radio di suatu wilayah, sehingga dapat dijadikan acuan model layanan perizinan, pengawasan, penggunaan alat monitor dan pendekatan penindakan pelanggaran penggunaan frekuensi radio.

Balai Monitor Manado membukukan pertumbuhan Izin Stasiun Radio (ISR) tahun 2020 Year over Year (YoY) pada angka 33.18%, dengan rincian fixed service sebesar 46.6%, land mobile (private) 10%, maritime 38.4%, dua service tidak mengalami pertumbuhan yaitu land mobile (public) 0%, other (aeronautical, meteorologi) 0%, sedangkan dua service negative yaitu broadcast -5% dan sateliite -70%.

"Kami ingin keberadaan Balai Monitor Kelas II Manado dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan di Sulawesi Utara, melalui dukungan layanan dan penyediaan infrastruktur telekomunikasi dan aksesbilitas data," tambah Syamsul Huda.

Sumber /grafik : Kasno, Pengendali FR / Balmon Manado

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `SDPPI Maps`