Makers Bogor Jajal Koneksi NB-IoT

Peserta IoT Makers Creation Bogor

Bogor (SDDPI) - Sebanyak 28 makers Internet of Things (IoT) mencoba membuat solusi untuk lingkungan sekitar menggunakan jaringan NB-IoT di IoT Makers Creations Kota Bogor.

Kepala Bidang Kerjasama Bisnis Asosiasi IoT Indonesia Joegianto mengaku terkejut karena hampir semua tim peserta IoT Makers Creation di Bogor sudah pernah membuat solusi IoT, beberapa bahkan telah diimplementasikan meskipun masih berbasis proyek. ”Saya sangat gembira melihat ide-ide yang muncul, sederhana, namun dapat menjawab kebutuhan masyarakat sekitar, mulai dari solusi untuk rumah tangga, pertanian, hingga transportasi,” ujarnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) menyelenggarakan IoT Makers Creation 2019, pencarian makers lokal di 10 kota, Bogor menjadi kota kedua yang disambangi setelah Mataram.

Menurut Joegianto, yang juga Business Development Polytron, ASIOTI di sini hadir untuk bertukar pendapat dan membantu para makers mempertajam ide dan langkah yang harus ditempuh sehingga dapat berlanjut hingga tahap komersialisasi.

Sementara itu, Chief Enterprise & SME Officer PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) Kirill Mankovski mengatakan pihaknya sangat mendorong lahirnya sumber daya manusia lokal di bidang IoT. Seiring dengan pembangunan lab IoT bernama X-Camp tahun lalu, XL Axiata juga menggandeng dengan sejumlah perguruan tinggi untuk memanfaatkan fasilitas tersebut untuk melahirkan tenaga ahli di bidang IoT.

”Kami juga sudah menyiapkan platform IoT bernama FlexIoT yang dapat digunakan secara gratis bagi para makers lokal. Platform ini berfungsi untuk membantu para makers dalam mengembangkan solusi IoT mereka dengan menyediakan device management, dashboard, data analitik, dan API,” ujarnya. Boy menambahkan pihaknya mendorong para makers lokal untuk mencoba jaringan NB-IoT sebagai salah satu pilihan teknologi dalam pemanfaatan solusi IoT di Indonesia.

Kepala Subdirektorat Standar Telekomunikasi Radio Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Indra Utama mengatakan peran pemerintah saat ini tidak cukup jika hanya menjadi policy makers dan regulator, namun perlu menjadi fasilitator agar Indonesia bisa menangkap peluang digitalisasi dengan maksimal.

”Kami sangat antusias melihat tim terpilih yang sudah berpengalaman mengerjakan berbagai proyek IoT. Semoga bisa masuk hingga tahap komersialisasi dan mendorong industri IoT lokal,” ujarnya dalam acara IoT Makers Creation di Gedung Balaikota Bogor, hari ini. Dia menambahkan pekatihan ini juga ingin memberikan wawasan lebih bagi para makers mengenai seluk beluk perangkat, teknologi, hingga aturan standarisasi perangkat IoT yang berlaku di Indonesia.

Kepala Bidang Layanan E-Government Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Pemerintah Kota Bogor Oki Tri Fasiasta N mengatakan saat ini pemerintah di daerah sepakat untuk memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan layanan kepada publik.

”Masalahnya, tidak semua pemerintah daerah memiliki kemampuan dana yang besar untuk membangun solusi smart city di daerah masing-masing. Solusi IoT dari para makers lokal diharapkan dapat membantu daerah dalam mengatasi permasalahan yang ada,” ujarnya. Dia mencontohkan dibutuhkannya solusi untuk mengurai kemacetan, tata ruang kota, hingga efisiensi dalam meningkatkan layanan publik bagi masyarakat.

IoT Goes to Market di selenggarakan di 10 kota, yaitu: Mataram, Bogor, Jakarta, Medan, Makassar, Malang, Surabaya, Yogyakarta, Tangerang, dan Bandung. Setiap kota akan dipilih 25 – 30 tim untuk mengikuti hands on workshop selama satu hari. Pelatihan ini memberikan modul kit IoT lengkap kepada para peserta. Mereka akan memperoleh pelatihan yang mengedepankan praktik dari pengenalan kompenen perangkat hingga mengkoneksikannya ke jaringan. Jaringan di setiap kota yang digunakan akan menyesuaikan dengan kesediaan jaringan yang telah teregulasi oleh Kominfo, antara lain Wi-Fi dan NB-IoT.

Segera dibuka pendaftaran untuk IoT Makers Creation di Kota Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Malang.

(Andi Faisa, Dit. Standardisasi PPI)

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `Sistem Informasi Data Statistik`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `Infografis`