Hadapi Industri 4.0, Aparat Loka Harus Tingkatkan Keterampilan Teknis

Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kendari (Lokmon SFR Kendari), telah dilaksanakan kegiatan outbound training pada tanggal 10 – 12 April 2019 di Wisata Pantai Galesong Kabupaten Gowa

Kendari (SDPPI) - Kemajuan Industri 4.0 dan timbulnya fenomena beragam jenis aplikasi pintar, tidak hanya mengharuskan pelaku industri menyesuaikan tuntutan. Namun juga mengharuskan pemerintah sebagai regulator berkemampuan menciptakan kebijakan dan regulasi yang akomodatif dan adaptif terhadap tuntutan industri dan masyarakat.

“Karena itu, keberadaan aparat di jajaran Kementerian Kominfo, khususnya di Ditjen SDPPI dan 35 UPT, termasuk Loka Monitor SFR Kendari, harus senantiasa aktif belajar dan meningkatkan keterampilan teknis,” kata Indrabayu, Head of Artificial Inteligence and Multimedia Processing Research Universitas Hasanuddin, dalam paparan tentang Tantantangan bagi Pegawai dan Perusahaan, Jumat (12/4/2019).

Indrabayu menjadi narasumber pada hari terakhir outbound training yang dilaksanakan Kantor Loka Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kendari (Lokmon SFR Kendari) pada 10 hingga 12 April 2019 di Wisata Pantai Galesong, Kabupaten Gowa.

Paparan Indrabayu diawali dengan tahapan revolusi industri 1.0 hingga 4.0 yang telah melahirkan industrialisasi digital. Industri 4.0 menuntut kecerdasan, kecepatan dan inovasi secara kontinyu dari pelaku industri, serta merombak sistem perekonomian dunia. Fenomena ini menimbulkan tantangan sekaligus harapan, karena memunculkan beragam applikasi pintar berbasis artificial inteligent, internet of things (IoT) dan big data dengan beragam bisnis ikutannya.

Fenomena tersebut berakibat sebagian pekerjaan manusia digantikan oleh mesin yang menyebabkan banyak profesi yang sebelumnya dikerjakan oleh manusia lenyap. Namun hilangnya profesi tersebut tergantikan oleh banyak dan beragam profesi baru yang menuntut ketrampilan dan kecerdasan yang lebih tinggi dari pencari kerja maupun yang sudah bekerja.

Menurutnya, pemerintah harus mampu beradaptasi dengan tuntutan perubahan, agar mampu berperan seperti yang diharapkan industri dan masyarakat. Termasuk pula aparat di Lokmon sebagai perpanjangan tangan Ditjen SDPPI selaku pembuat kebijakan dan regulasi, serta pengawasan dan pengendalian penggunaan frekuensi radio dan perangkat telekomunikasi.

Indrabayu, yang juga berprofesi sebagai peneliti, memaparkan beberapa hasil penelitiannnya terkait smart applications seperti smart difabel (aplikasi buat difabel), smart agriculture, smart health, smart face recognition, smart government, smart education, augmented reality, dan intelligent transportation system. Selain itu, dijelaskan pula fenomena bisnis penambangan data (data mining) dan teknologi teranyar vehicle ad-hoc network (vanet), baik berupa vehicle to infrastructure (V2I) maupun vehicle to vehicle (V2V) yang memerlukan teknologi 5G untuk lebih berkembang.

Kegiatan Outbound Training digelar dalam rangka mengakselerasi kinerja pegawai di lingkungan Kantor Lokmon SFR Kendari. Kegiatan ini untuk membangun mental baja dan mengembangkan disiplin tinggi bagi setiap pegawai, baik PNS/ASN maupun honorer, di lingkungan Lokmon SFR Kendari dalam menghadapi tantangan industri 4.0 dan dinamika teknologi informasi dan komunikasi yang terus berkembang dengan beragam bisnis baru ikutannya.

Di sela-sela perjalanan menuju lokasi outbound training, juga dilakukan sosialisasi on the spot secara singkat perihal manfaat SFR dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta peranan Ditjen SDPPI dan 35 UPT di setiap provinsi dalam mengawasi penggunaan SFR.

Selain penjelasan singkat, sosialisasi juga dibarengi penyerahan gimik dan alat peraga, seperti balon gas dan balon tepuk, aneka permen, dan kipas angin yang berisi informasi dan ajakan untuk mengenali dan bijak menggunakan frekuensi radio, baik kepada penumpang di Bandara Haluoleo Kendari, di dalam pesawat, dan pengunjung di Wisata Pantai Galesong.

Outbound training merupakan pengembangan manajemen organisasi dan personal setiap pegawai melalui beragam permainan di alam terbuka untuk memacu motivasi dan kepercayaan diri, berpikir kreatif dan inovatif, rasa kebersamaan, dan saling percaya, serta penyegaran dan mengatasi kekakuan birokrasi.

Permainan diawali pembentukan tiga kelompok, dimana tiap kelompok memainkan berbagai macam permainan interaktif dan keterlibatan aktif setiap invidu. Permainan bertujuan agar setiap pegawai bisa membuka diri dan mengembangkan potensinya masing-masing, mendorong semangat kerja dan peranan, serta mencapai target yang telah ditetapkan melalui perencanaan yang strategis dan kerjasama aktif.

Selain diisi dengan beragam permainan di alam terbuka, peserta outbound training juga diajarkan bagaimana cara meningkatkan kemampuan pengetahuan dan keterampilan, serta sikap dan perilaku (capacity building) yang akomodatif dan adaptif terhadap perubahan.

Materi dialog interaktir dipaparkan Simon Sugito, dari Lontar Edukasindo yang merupakan lembaga training dan outbound yang berfokus pada pengembangan karakter manusia. Hal utama yang disampaikan adalah perlunya memacu kinerja institusi melalui upaya saling berbagi dalam pengembangan wawasan dan pengetahuan, serta keahlian dan keterampilan setiap individu. Kemampuan saling berbagi tersebut membuat institusi bisa menghadapi tantangan dan meraih target dan tujuan yang hendak dicapai.

Abd. Salam, Loka Kendari

Banner `Contact Center`
Banner `Layanan Ditjen SDPPI`
Banner `eKinerja`
Banner `Sistem Informasi Data Statistik`
Banner `SDPPI Maps`
Banner `Infografis`